Starbucks Kafe Buka di Perbatasan Korea Selatan, Tawarkan Pemandangan Desa di Korea Utara Sambil Ngopi

lifestyle.fin.co.id - 04/12/2024, 15:18 WIB

Starbucks Kafe Buka di Perbatasan Korea Selatan, Tawarkan Pemandangan Desa di Korea Utara Sambil Ngopi

Desa di daerah Gaepung, Korea Utara ini dapat terlihat jelas dari kafe Starbucks yang baru. FOTO: WENDY TEO/IST

fin.co.id - Orang-orang yang merasa penasaran tentang Korea Utara (Korut) kini dapat mengintip kehidupan di negara terkenal tertutp itu sembari menikmati secangkir kopi.

Kafe Starbucks dengan 40 tempat duduk dibuka minggu lalu di taman ekologi Aegibong Peace Ecopark Korea Selatan di Kota Gimpo, memberikan pemandangan langka jarang terjadi kepada penikmat kopi.

Kafe Starbucks  itu terletak di sepanjang pemisah antara kedua Korea dan hanya dibatasi sungai dari Korea Utara.

Dari lokasi Kafe Starbucks memungkinkan para pengunjung melihat desa kecil di daerah Gaepung, Korea Utara yang jaraknya hanya sekitar 1,4 km. Begitu dekatnya, sehingga pengunjung bisa menghitung jumlah bangunan yang terdapat di desa itu.

Desa di Korea Utara itu memiliki sekitar 20 bangunan setinggi tiga lantai yang tampak seperti tempat tinggal, dengan bangunan satu lantai layaknya sekolah, alun-alun, dan sawah di dekat tepi sungai.

Starbucks juga menyediakan teleskop di teras observatorium di luar kafe, teleskop ini menawarkan kemampuan zoom 100x, memungkinkan untuk melihat lebih dekat.

Seorang Pejabat Gimpo bercanda dengan menyebut dengan teleskop, pengunjung bisa bertatapan dengan warga di desa itu.

"Anda hampir bisa bertatapan langsung dengan penduduk desa", ujarnya dikutip dari straittimes, Rabu 4 Desember 2024.

Pengunjung yang ingin memasuki taman ekologi, tempat kafe Starbucks berada, diharuskan menunjukkan identitas dan mendaftar di pos jaga di pintu masuk taman.

Sebelum diubah menjadi taman pada tahun 1978, gunung Aegibong merupakan lokasi salah satu pertempuran paling sengit yang terjadi antara kedua pasukan Korea selama Perang Korea 1950-1953.

Kafe Starbucks di taman ekologi itu didatangi sekitar 200 pengunjung saat pembukaan, Sabtu 29 Desember 2024 lalu.

Kebanyakan pengunjung datang karena merasa penasaran, ingin melihat Korea Utara dari jarak dekat.

Pembukaan kafe tersebut terjadi pada saat ketegangan meningkat antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Pada bulan Januari 2024, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membatalkan rencana penyatuan dengan Korea Selatan yang digariskan oleh kakeknya Kim Il Sung pada tahun 1972.

Korea Utara sejak itu telah mengubah Konstitusinya untuk mencap Korea Selatan sebagai "musuh utama dan musuh utama yang tidak berubah-ubah" atau “primary foe and invariable principal enemy.”

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID