fin.co.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan serangkaian uji kelaikan atau ramp check, terhadap angkutan bus yang bakal digunakan masyarakat.
Rangkaian ramp check tersebut dilakukan Kemenhub, guna memastikan kelaikan bus menjelang Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Plt Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Ahmad Yani mengungkapkan, pihaknya masih menemukan banyak angkutan bus yang tidak laik jalan.
“Hari ini (12 Desember 2024) dari 26.000 unit, pasti dari hasil ramp check ada yang tidak laik. Di antaranya, ada 8 persen yang tidak laik,” ungkap Ahmad Yani saat dikutip, Sabtu 14 Desember 2024.
Menurutnya bus yang dinyatakan tidak layak ramp check akan diberikan tanda, sehingga penumpang dapat memahami kendaraan yang dinyatakan diizinkan untuk berangkat.
“Kalau tidak laik diapakan? Tidak boleh berangkat dia. Dikasih tanda silang coret merah, ada stikernya. Jadi dia enggak boleh berangkat,” jelasnya.
Ahmad Yani mengatakan, stiker silang pada berwarna merah pada bus menjadi tanda bahwa bus tidak laik jalan untuk melayani Natal dan Tahun Baru.
Oleh sebab itu, dirinya mengimbau kepada seuluruh masyarakat lebih detail melihat tanda dan tidak menaiki bus dengan tanda tersebut.
“Dari data kami terus, sampai tanggal 20 nanti terus melakukan ramp check. Mudah-mudahan bisa seluruh armada bisa kami ramp check semua,” kata Ahmad Yani.
Selain tidak laik jalan, ia menyatakan bahwa kurang lebih sekitar 18 persen armada bus diketahui telah diberikan catatan untuk segera mendapat perbaikan.
“Misalnya ditemukan di terminal, ada kendaraan wipernya tidak berfungsi, maka kalau diganti, hari itu juga boleh diberangkatkan. Tapi kalau tidak diganti, tidak boleh berangkat,” ucapnya.