fin.co.id - Puasa Ramadan wajib hukumnya. Namun ada beberapa halangan yang membolehkan orang tidak berpuasa di bulan Ramadan. Seperti orang sakit, bepergian, ibu hamil dan masih ada beberapa lainnya.
Namun, orang yang berhalangan puasa di bulan Ramadan atau disebut uzur, harus membayar dengan berpuasa Qadha di bulan selain Ramadan.
Dalam fiqih Islam puasa Qadha tidak boleh dilakukan hingga Ramadan berikutnya.
Berikut cara puasa Qadha Ramadan seperti dilansir dari laman NU Online.
Mereka yang meng-qadha puasa Ramadan juga wajib mengucap niat di malam hari, seperti disampaikan Mazhab Syafi’i.
“Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits,”
Adapun lafal niat puasa Qadha Ramadan adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Sementara apabila waktu membayar utang puasa Ramadan telah melewati masanya, maka harus membayar Fidyah.
Berikut lafal niat membayar fidyah
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ هٰذِهِ الْفِدْيَةَ عَنْ تَأْخِيْرِ قَضَاءِ صَوْمِ رَمَضَانَ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija hādzihil fidyata ‘an ta’khiri qadhā’I shaumi Ramadhāna fardhan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan keterlambatan mengqadha puasa Ramadhan, fardhu karena Allah”.