7 Penyebab Keputihan yang Paling Umum tapi Perlu Diwaspadai: Infeksi Jamur Salah Satunya

lifestyle.fin.co.id - 12/05/2025, 12:00 WIB

7 Penyebab Keputihan yang Paling Umum tapi Perlu Diwaspadai: Infeksi Jamur Salah Satunya

Penyebab Keputihan, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Penyebab keputihan sering kali dianggap hal sepele, padahal bisa menjadi tanda awal gangguan kesehatan yang serius.

Apakah kamu pernah mengalami keputihan berlebih, berbau tak sedap, atau berwarna aneh?

Waspadai, karena kondisi ini bisa disebabkan lebih dari sekadar perubahan hormon biasa.

Keputihan adalah hal yang normal terjadi pada wanita. Namun, jika terjadi secara tidak wajar, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas harian dan bahkan berdampak pada kesehatan reproduksi.

Memahami penyebab keputihan bisa membantu kamu mengambil langkah pencegahan lebih cepat dan tepat.

1. Perubahan Hormon Secara Alami

Fluktuasi hormon estrogen dan progesteron, terutama saat ovulasi, menjelang menstruasi, atau selama kehamilan, adalah penyebab keputihan yang umum. Jenis keputihan ini biasanya bening, encer, dan tidak berbau. Meski tergolong normal, tetap penting untuk mengenali kapan perubahan ini melampaui batas wajar.

2. Infeksi Jamur (Candidiasis)

Salah satu penyebab keputihan abnormal yang paling sering adalah infeksi jamur Candida albicans. Keputihan akibat infeksi ini biasanya berwarna putih pekat seperti susu, disertai rasa gatal, panas, atau nyeri di area kewanitaan. Kondisi ini sering muncul setelah penggunaan antibiotik atau saat daya tahan tubuh menurun.

3. Infeksi Bakteri (Bacterial Vaginosis)

Bacterial vaginosis terjadi saat keseimbangan bakteri baik dan jahat dalam vagina terganggu. Tanda khasnya adalah keputihan berwarna abu-abu atau putih tipis, dengan bau amis yang menyengat. Penyakit ini sering muncul setelah berhubungan intim atau karena kebersihan vagina yang kurang terjaga.

4. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Beberapa PMS seperti trikomoniasis, gonore, dan klamidia dapat menyebabkan keputihan yang tidak biasa, seperti berwarna kuning atau hijau, berbusa, dan berbau tidak sedap. PMS biasanya disertai gejala lain seperti nyeri saat buang air kecil, pendarahan di luar jadwal haid, atau rasa sakit saat berhubungan.

5. Kurangnya Kebersihan Area Kewanitaan

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID