Bodi Bus di Indonesia Semakin Canggih, Tahan 10 Tahun Untuk Operasional

lifestyle.fin.co.id - 05/06/2025, 14:27 WIB

Bodi Bus di Indonesia Semakin Canggih, Tahan 10 Tahun Untuk Operasional

Foto ilustrasi karoseri bus (Dokumen Istimewa)

fin.co.id - Karoseri bus lokal kini makin berkembang, bukan cuma soal desain, tapi juga faktor keamanan dan kenyamanan yang semakin ditingkatkan.

Bodi bus buatan Indonesia kini punya usia pakai hingga 10 tahun, asal dirawat dengan baik oleh Perusahaan Otobus (PO) yang memiliki armada tersebut.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, terkait kualitas bus saat ini.

“Umurnya dari baru itu bisa sampai 10 tahun jika dirawat dan selalu dibersihkan," ungkap Soerjanto Tjahjono saat dikutip, Kamis 5 Juni 2025.

Menurutnya, masa pakai bodi bus bisa mencapai satu dekade jika pemilik armada rutin melakukan perawatan dan tidak membiarkannya rusak parah.

"Tapi kalau tidak dirawat dan dibersihkan ya, paling lama bertahan 3 sampai 4 tahun saja," jelasnya.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak Perusahaan Otobus (PO) yang memilih mengganti bodi bus lebih cepat dari usia maksimalnya. 

Proses perubahan bodi bus ini dikenal dengan istilah rebody, yaitu mengganti bodi lama dengan yang baru dari karoseri pilihan pemilik PO bus.

“Dulu saat saya keliling mengunjungi teman-teman Karoseri itu temuannya banyak, kalau sekarang sangat sedikit karena mereka sudah banyak improvisasi apalagi untuk segi keamanan bus tersebut,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sommy Lumadjeng, Direktur Sales dan Marketing PT Mekar Armada Jaya (Karoseri New Armada). Menurutnya, alasan PO mengganti bodi tidak selalu karena rusak. 

“Selain rusak biasanya PO Bus itu rata-rata mengganti bodi karena ada model terbaru, kadang ada yang bodinya sudah berusia 5 tahun dia mau ganti bodi yang lebih muda,” ungkap Sommy Lumadjeng.

Ada juga yang rebody PO Bus dikarenakan desain bodi lama dianggap sudah tidak menarik, atau kurang laku di mata penumpang.

Tren ini menunjukkan bahwa industri karoseri bus di Indonesia tidak hanya fokus pada fungsi, tapi juga pada estetika dan daya tarik visual yang sangat diperhitungkan.

Tuahta Aldo
Tuahta Aldo
Penulis

Penulis FIN.CO.ID