Wisata . 12/06/2025, 15:52 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id – Maskapai penerbangan berbiaya rendah Jetstar Asia akan berhenti beroperasi mulai 31 Juli 2025, menandai akhir dari kiprahnya selama dua dekade.
Keputusan ini diambil, karena biaya operasional yang terus meroket dan ketatnya persaingan industri penerbangan murah di Asia Tenggara.
Kenaikan harga bahan bakar, tarif bandara, biaya penanganan darat, hingga biaya keamanan disebut sebagai pemicu utama penutupan.
Jetstar Asia diprediksi akan membukukan kerugian operasional sebesar USD 22,76 juta (sekitar Rp 360 miliar) pada tahun fiskal yang berakhir 30 Juni 2025.
Tak hanya itu, maskapai ini juga hanya mencatatkan keuntungan dalam enam dari 20 tahun masa operasinya.
Sebanyak 13 pesawat Airbus A320 yang sebelumnya digunakan Jetstar Asia akan dipindahkan ke Australia dan Selandia Baru.
Pesawat-pesawat tersebut akan menggantikan armada sewaan Jetstar Airways di Australia yang lebih mahal.
Langkah ini diperkirakan akan menghemat dana hingga 500 juta dollar Australia, yang rencananya akan difokuskan kembali untuk memperkuat bisnis inti Qantas Group.
Penutupan Jetstar Asia diperkirakan berdampak langsung pada sekitar 500 karyawan, sebagian besar di Singapura.
Jadwal penerbangan akan mulai dikurangi secara bertahap, hingga penghentian penuh operasional pada akhir bulan Juli mendatang.
Bagi penumpang yang telah memesan tiket setelah tanggal tersebut, Jetstar menjamin pengembalian dana penuh dan opsi pemindahan ke maskapai lain jika memungkinkan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media