fin.co.id – Pasar estetika medis di Indonesia semakin dinamis dengan kehadiran Daewoong Pharmaceutical dan CGBIO yang resmi meluncurkan lima produk unggulan, termasuk botulinum toksin, filler CaHA dan HA, serta benang medis PDO. Peluncuran ini menandai langkah strategis Daewoong dalam memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri K-Aesthetic melalui solusi total berbasis prosedur kombinasi.
Apa yang Diluncurkan dan Mengapa Penting?
Daewoong menghadirkan teknologi estetika medis terkini melalui rangkaian produk berkualitas tinggi yang telah teruji di pasar global. Produk-produk ini mencakup botulinum toksin yang telah mendapat izin edar dari BPOM sejak 2019 dan telah diekspor ke lebih dari 80 negara. Tak hanya memperkenalkan produk, perusahaan asal Korea Selatan ini juga mengusung konsep pelatihan intensif kepada lebih dari 100 dokter estetika Indonesia, memastikan aplikasi yang aman dan efektif.
Bagaimana Prosedur Kombinasi Diterapkan?
Pada simposium “MOVE TO NEW GEN” yang digelar di Hotel Langham, Jakarta, Daewoong memperkenalkan teknik NABOlift, yakni prosedur kombinasi yang menggabungkan injeksi botulinum toksin, filler, dan benang PDO secara simultan. Teknik ini memberikan efek menyeluruh seperti pengencangan wajah, pengurangan kerutan, serta perbaikan kontur wajah. Karena kompleksitas interaksi antarproduk, pelatihan teknis menjadi kunci utama keberhasilan prosedur ini.
Siapa Saja yang Terlibat?
Simposium ini menghadirkan para ahli dari berbagai negara, seperti Dr. Choon Shik Yoon dari Korea Selatan yang memaparkan teknik NABOlift, serta dr. Inneke Jane Hidajat dari Youth & Beauty Clinic Jakarta yang membagikan pengalamannya menggunakan botulinum toksin Daewoong. Selain itu, Dr. Judy Hongjin Joo juga menjelaskan manfaat CaHA untuk peremajaan leher, dan Dr. Erivan Montilla dari Portugal mendemonstrasikan kombinasi HA dan CaHA untuk hasil maksimal.