Trend . 21/07/2025, 11:06 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Kasus tragis menimpa seorang bocah asal Pekalongan, Jawa Tengah, bernama Rafa (11), yang digigit ular weling.
Setelah berjuang selama sebulan di RSUP Dr. Kariadi, Semarang, nyawa Rafa tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Minggu, 20 Juli, pukul 00.30 WIB.
Peristiwa ini kembali mengingatkan publik akan bahaya laten dari gigitan ular berbisa, khususnya jenis weling yang kerap dianggap tidak berbahaya karena tampak tenang.
Di antara berbagai jenis ular berbisa di Indonesia, dua yang paling sering dibicarakan adalah ular weling (Bungarus candidus) dan ular kobra (Naja spp.). Keduanya sama-sama memiliki racun mematikan, namun karakteristik dan tingkat ancamannya terhadap manusia berbeda cukup signifikan.
Ular weling dikenal karena tubuhnya yang berpola belang mencolok berwarna hitam dan putih atau kuning. Di balik penampilannya yang unik, ular ini termasuk salah satu jenis ular paling beracun di Asia Tenggara.
Bisa ular weling bersifat neurotoksik yang menyerang sistem saraf pusat. Akibatnya bisa sangat fatal—mulai dari kelumpuhan otot, gangguan pernapasan, hingga kematian dalam hitungan jam jika tidak segera mendapat penanganan medis. Meski begitu, ular weling cenderung tidak agresif dan lebih aktif di malam hari. Gigitan terjadi biasanya karena ular ini merasa terpojok atau terinjak secara tidak sengaja.
Berbeda dengan weling, kobra memiliki sifat yang jauh lebih defensif dan agresif. Ketika merasa terancam, kobra akan mengangkat bagian depan tubuh dan mengembangkan lehernya membentuk tudung khas. Bahkan beberapa jenis kobra di Indonesia bisa menyemburkan bisa ke arah mata lawannya.
Kobra memiliki kombinasi neurotoksin dan sitotoksin, yang tidak hanya melumpuhkan sistem saraf tetapi juga dapat merusak jaringan tubuh. Gigitan kobra bisa menyebabkan pembengkakan hebat, nyeri luar biasa, hingga gangguan organ vital jika tidak segera ditangani.
Dari sisi kekuatan racun, ular weling sebenarnya lebih mematikan. Namun dalam konteks interaksi dengan manusia, kobra dianggap lebih berbahaya karena lebih agresif, aktif di siang hari, dan lebih sering muncul di pemukiman.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media