Viral! Tamu Hotel Pekalongan Diusir Gara-gara Biaya Tambahan Rp 10 Ribu

lifestyle.fin.co.id - 15/08/2025, 18:19 WIB

Viral! Tamu Hotel Pekalongan Diusir Gara-gara Biaya Tambahan Rp 10 Ribu

Video cekcok tamu hotel Pekalongan soal biaya tambahan viral, tamu diusir malam itu juga, manajemen buka ruang dialog.

fin.co.id – Sebuah video cekcok antara tamu dan petugas hotel di Kota Pekalongan mendadak viral di media sosial, mengundang perhatian warganet. Video yang diunggah akun TikTok @ramasahid sudah ditonton jutaan kali dan memperlihatkan perdebatan sengit soal biaya tambahan kamar hotel pada Rabu malam, 13 Agustus 2015.

Muhammad Sahid Ramadhan, pemilik akun TikTok @ramasahid, menjelaskan awal mula insiden tersebut. Ia merasa dirugikan karena diminta membayar biaya tambahan saat check-in. “Harga kamar yang saya pesan lewat aplikasi sudah jelas dan tidak ada biaya lain,” ungkapnya melalui pesan TikTok.

Dalam video, Rama bercerita, “Saya memilih hotel ini karena syariah dan harganya murah. Ternyata, setelah check-in, saya diminta membayar biaya tambahan. Saya bersikeras tidak membayar, karena pengalaman menginap sebelumnya di berbagai hotel tidak pernah dikenakan biaya tambahan. Akhirnya, saya diusir padahal ingin beristirahat.”

Akibatnya, Rama memutuskan pindah hotel malam itu juga.

Klarifikasi Hotel

Pihak hotel melalui Ariyesti, manajemen hotel, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan hotel menerapkan kebijakan harga minimal Rp 150 ribu per kamar. Jika harga pemesanan melalui aplikasi di bawah nominal itu, tamu dikenakan biaya tambahan. Saat kejadian, harga kamar yang dibayar Rama Rp 130 ribu, sehingga selisih Rp 10.224 harus dibayar di front office.

“Kebijakan ini sudah berjalan, dan kami sudah arahkan tamu untuk konfirmasi ke aplikasi. Namun beliau menolak membayar. Bahkan saat check-in, statusnya belum tercatat di sistem hotel,” jelas Ariyesti. FO sempat memberikan kunci kamar karena merasa tertekan oleh sikap tamu, tapi permintaan pengembalian uang secara tunai tidak bisa dipenuhi karena pemesanan dilakukan melalui aplikasi.

Manajemen hotel menambahkan kejadian ini sempat mengganggu kenyamanan tamu lain. Pihak hotel kini membuka ruang dialog dengan Rama untuk menyelesaikan masalah dan telah menyampaikan permohonan maaf melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID