fin.co.id - Bekas jerawat tidak hanya berdampak pada kondisi kulit, tapi juga sering memengaruhi kepercayaan diri. Bayangkan ketika wajah sudah bebas jerawat, namun cermin masih memantulkan noda atau cekungan yang sulit ditutupi. Itulah mengapa memahami ragam bekas jerawat menjadi langkah awal sebelum menentukan cara penanganan yang sesuai.
Setiap jenis bekas jerawat memiliki penyebab dan ciri khas berbeda. Ada yang berasal dari peradangan pembuluh darah, ada yang dipicu produksi melanin berlebih, dan ada pula yang terjadi karena kerusakan jaringan kulit akibat jerawat parah. Mari kita bahas satu per satu.
1. Atrophic Scars: Bopeng yang Mengubah Tekstur Kulit
Salah satu bekas jerawat bopeng yang paling banyak dikhawatirkan adalah Atrophic Scars. Berbeda dari noda warna, jenis ini merusak struktur kulit dengan membentuk lekukan atau cekungan permanen. Kondisi ini muncul ketika peradangan jerawat menghancurkan jaringan kolagen, sehingga permukaan wajah tampak tidak rata.
2. Post Inflammatory Hyperpigmentation (PIH): Noda Hitam Membandel
Salah satu ragam bekas jerawat yang paling sering ditemui adalah PIH. Ia muncul dalam bentuk noda cokelat hingga kehitaman akibat produksi melanin berlebih setelah kulit mengalami inflamasi. Reaksi ini biasanya dipicu oleh stres pada kulit saat melawan peradangan. Akibatnya, melanin meningkat drastis dan meninggalkan noda gelap yang membuat wajah tampak kusam.
3. Post Inflammatory Erythema (PIE): Noda Merah keunguan
Selain bopeng dan noda hitam, ada pula PIE. Bekas ini ditandai dengan noda kemerahan hingga keunguan. Penyebab utamanya adalah pelebaran pembuluh darah setelah jerawat meradang. Kondisi ini sering dialami mereka yang terbiasa memencet jerawat atau menggunakan skincare dengan kandungan yang terlalu keras. Meskipun tidak memengaruhi tekstur kulit, PIE membuat wajah terlihat tidak merata warnanya.
Dengan mengenali ragam bekas jerawat yang kamu miliki, perjalanan menuju kulit sehat dan merata akan terasa lebih terarah dan efektif.