Trend . 02/10/2025, 08:17 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Kesalahan yang sering dilakukan saat memilih jurusan kuliah sebenarnya bukan hal baru. Namun, ironisnya, masih banyak calon mahasiswa yang terjebak dalam pola yang sama dari tahun ke tahun. Padahal, jurusan kuliah bukan hanya sekadar nama di kartu tanda mahasiswa, melainkan jalan panjang yang akan memengaruhi lingkungan sosial, pengalaman belajar, hingga peluang karier di masa depan.
Tak sedikit mahasiswa yang menyesali pilihannya setelah satu atau dua semester berjalan. Ada yang merasa “salah jurusan”, ada pula yang akhirnya memutuskan pindah program studi bahkan berhenti kuliah. Kondisi ini tentu menguras tenaga, waktu, dan biaya yang tidak sedikit.
Berikut beberapa kesalahan memilih jurusan yang sering luput diperhatikan.
Keinginan membahagiakan orang tua sering kali membuat siswa mengabaikan minatnya sendiri. Jurusan yang dipilih atas dasar tuntutan keluarga bisa menimbulkan rasa terpaksa. Dampaknya, mahasiswa jadi kurang bersemangat menjalani perkuliahan, bahkan berisiko menurunkan prestasi.
Salah satu kesalahan memilih jurusan kuliah adalah menentukan pilihan dalam waktu singkat tanpa persiapan matang. Hanya karena takut kehabisan kuota atau dikejar tenggat pendaftaran, mahasiswa sering asal pilih jurusan. Padahal, keputusan seperti ini bisa berujung penyesalan saat perkuliahan dimulai.
Kesalahan yang sering dilakukan saat memilih jurusan kuliah berikutnya adalah malas mencari informasi mendalam. Brosur atau sekadar cerita dari teman tidak cukup. Riset yang matang seharusnya mencakup kurikulum, fasilitas kampus, peluang magang, hingga prospek karier setelah lulus.
Banyak mahasiswa lebih fokus pada kehidupan kampus tanpa mempertimbangkan masa depan. Padahal, jurusan adalah investasi jangka panjang. Bukan berarti harus selalu mengejar jurusan dengan gaji tinggi, tetapi penting memahami relevansi jurusan dengan dunia kerja dan perkembangan zaman.
Kesalahan memilih jurusan karena ikut-ikutan teman masih sangat sering terjadi. Alasannya sederhana: ingin tetap bersama. Sayangnya, pilihan ini justru bisa merugikan karena setiap orang memiliki minat, kemampuan, dan cita-cita yang berbeda.
Ingat, jurusan bukan hanya soal empat tahun kuliah, tapi juga fondasi masa depan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media