Trend . 02/10/2025, 14:47 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Bagi sebagian orang, angka hanyalah simbol matematika. Namun bagi banyak budaya di dunia, angka bisa menyimpan makna mendalam, bahkan dianggap membawa keberuntungan atau justru kesialan. Salah satu yang paling populer adalah angka 13, sebuah kepercayaan yang telah diwariskan turun-temurun dan masih dipercaya hingga hari ini.
Tidak sedikit orang yang menghindari angka 13. Bahkan di beberapa hotel dan gedung pencakar langit, kamu tak akan menemukan lantai ke-13. Nomor itu sengaja dihapus atau diganti menjadi 12A atau 14, hanya untuk menenangkan hati para tamu yang percaya takhayul. Fenomena ini membuktikan bagaimana sebuah angka mampu memengaruhi perilaku manusia dalam kehidupan modern.
Namun, bagaimana asal-usul mitos angka sial 13 ini berkembang? Apakah murni takhayul, atau ada kisah sejarah dan budaya yang melatarbelakanginya?
Bagi banyak budaya, angka 12 adalah simbol kesempurnaan: 12 bulan dalam setahun, 12 tanda zodiak, hingga 12 jam siang dan malam. Ketika angka 13 muncul, ia dianggap “melanggar aturan” dan merusak keseimbangan. Tak heran, banyak orang percaya bahwa angka 13 sial karena dianggap membawa ketidakharmonisan.
Dalam mitologi Nordik, kisah jamuan makan para dewa di Valhalla menyisakan tragedi. Loki, dewa penipu, hadir tanpa undangan sebagai tamu ke-13. Akibatnya, dewa kebaikan bernama Balder terbunuh. Sejak saat itu, angka 13 melekat dengan simbol kekacauan dan kesedihan.
Tradisi Kristen juga menyumbangkan kisah kuat terhadap kepercayaan angka 13. Dalam Perjamuan Terakhir, Judas Iskariot disebut sebagai murid ke-13 yang hadir. Ia pula yang kemudian mengkhianati Yesus. Kisah ini memperkuat keyakinan bahwa angka 13 identik dengan pengkhianatan dan nasib buruk.
Sejumlah catatan menyebutkan bahwa Kode Hammurabi, hukum kuno dari Babilonia, tidak memiliki pasal ke-13. Banyak yang menafsirkan ini sebagai bukti awal ketakutan manusia terhadap angka 13. Namun, para sejarawan modern justru menilai ada kemungkinan ini hanyalah kesalahan penomoran, bukan penghilangan karena takhayul.
Meski sering dianggap hanya mitos, nyatanya ada orang yang benar-benar mengalami ketakutan terhadap angka 13. Kondisi ini disebut fobia angka 13 atau triskaidekaphobia. Gejalanya bisa berupa rasa cemas, panik, hingga menghindari aktivitas tertentu yang melibatkan angka ini.
Mitos angka sial 13 menunjukkan betapa kuatnya simbol dalam memengaruhi cara manusia berpikir dan bertindak. Walau tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan angka ini benar-benar membawa kesialan, keyakinan tersebut tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media