Mitos Pantangan Setelah Melahirkan yang Sering Membingungkan Ibu Baru

lifestyle.fin.co.id - 05/10/2025, 07:50 WIB

Mitos Pantangan Setelah Melahirkan yang Sering Membingungkan Ibu Baru

Mitos Pantangan Setelah Melahirkan. Foto: Freepik

fin.co.id - Melahirkan adalah momen yang penuh sukacita sekaligus tantangan. Banyak ibu baru yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian keluarga, tetangga, hingga teman. Bersamaan dengan perhatian itu datang berbagai nasihat, larangan, dan “aturan tak tertulis” yang harus dijalani setelah melahirkan.

Sayangnya, tidak semua larangan itu berdasarkan ilmu medis. Banyak yang masih percaya pada hal-hal mistis atau kebiasaan turun-temurun, yang bisa membuat ibu baru merasa terbatasi. Bahkan, beberapa mitos bisa memengaruhi kesehatan fisik maupun mental ibu.

Berikut beberapa mitos pantangan setelah melahirkan yang paling sering terdengar.

1. Larangan Makan Protein Tinggi

Beberapa orang percaya bahwa mengonsumsi ikan, telur, atau daging bisa membuat luka jahitan susah kering atau berisiko infeksi. Faktanya, protein justru sangat penting untuk pemulihan pasca persalinan. Nutrisi ini membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak dan mendukung proses penyembuhan. Selain itu, vitamin C, zat besi, dan zinc juga memainkan peran penting untuk mempercepat pemulihan tubuh ibu.

2. Larangan Tidur Siang

Ada anggapan lama bahwa tidur siang bisa menyebabkan mata bengkak atau kabur karena darah putih naik ke mata. Padahal, tidur siang justru bermanfaat untuk memulihkan energi, terutama bagi ibu yang sering terbangun di malam hari untuk menyusui. Kurang tidur malah meningkatkan risiko kelelahan berlebih dan memperburuk suasana hati.

3. Larangan Minum Air Putih Berlebihan

Mitos yang satu ini menyebut minum banyak air bisa menyebabkan tubuh menahan cairan, menurunkan suhu tubuh, atau masuk angin. Padahal, ibu yang baru melahirkan justru sangat membutuhkan cairan. Konsumsi 8–10 gelas air per hari membantu mencegah dehidrasi, mendukung produksi ASI, dan menjaga stamina ibu tetap optimal.

4. Larangan Keluar Rumah Sebelum 40 Hari

Banyak keluarga percaya bahwa ibu baru harus “diisolasi” di rumah selama 40 hari untuk menghindari kesialan atau gangguan kesehatan. Padahal, secara medis, ibu boleh keluar rumah kapan saja asalkan kondisi fisik memungkinkan dan tidak ada komplikasi. Jalan-jalan ringan justru membantu sirkulasi darah, meningkatkan mood, dan mengurangi risiko baby blues.

5. Larangan Mandi dan Keramas

Ada anggapan bahwa mandi atau keramas bisa menyebabkan masuk angin atau rematik. Faktanya, menjaga kebersihan tubuh tetap penting setelah melahirkan. Mandi dan keramas dengan air hangat aman dilakukan dan justru mendukung kenyamanan serta kesehatan ibu.

Memahami fakta akan membantu ibu lebih percaya diri, nyaman, dan sehat selama masa pemulihan pasca persalinan.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID