fin.co.id - Banyak orang percaya bahwa minuman dingin, apalagi yang menggunakan es, bisa menjadi “biang kerok” kenaikan berat badan. Dari obrolan santai di warung kopi hingga forum kesehatan online, anggapan ini kerap muncul. Namun, apakah klaim itu benar atau sekadar mitos yang berkembang di masyarakat?
Sebenarnya, tubuh manusia memiliki mekanisme yang rumit untuk mengatur energi. Kenaikan berat badan umumnya terjadi akibat ketidakseimbangan antara kalori yang masuk dengan kalori yang terbakar. Minum air dingin atau air es sendiri tidak menambah kalori, karena air murni tidak mengandung zat yang bisa diubah menjadi lemak.
Namun, masalah muncul ketika minuman dingin yang dikonsumsi bukan sekadar air putih. Minuman manis beres, es teh manis, es sirup, atau milkshake dingin yang ditambahkan gula bisa menjadi sumber kalori tersembunyi. Semakin tinggi kadar gula dalam minuman, semakin besar peluang tubuh menyimpannya sebagai lemak. Inilah yang kadang membuat orang merasa “minum es bikin gemuk”.
Selain berat badan, konsumsi minuman manis bersamaan dengan es secara berlebihan juga berisiko memicu penyakit lain, seperti diabetes, masalah gigi, hingga gangguan metabolisme. Dengan kata lain, bukan esnya yang jadi masalah, melainkan apa yang ditambahkan ke dalamnya.
Jadi, bagi Anda yang ingin tetap menyegarkan diri di siang hari dengan minuman dingin, pilihlah air es atau infused water tanpa tambahan gula. Tubuh tetap terhidrasi, tanpa menambah kalori yang tidak perlu.