Trend . 23/10/2025, 06:06 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id — Tak banyak anak muda Indonesia yang mampu menembus kerasnya industri farmasi global, apalagi di negara maju seperti Korea Selatan. Namun, Bella Tania, B.Sc. (Pharm), M.S., membuktikan bahwa kerja keras, semangat belajar, dan keinginan memberi dampak bisa membawa seseorang melangkah jauh dari ruang kelas di Bandung hingga ke laboratorium farmasi kelas dunia di Seoul.
Dalam sebuah sesi wawancara dengan jurnalis fin.co.id, Sigit Nugroho, Bella bercerita bahwa keinginannya untuk terjun ke dunia kesehatan tumbuh sejak masa remaja.
“Dari kecil saya memang ingin bekerja di bidang kesehatan. Tapi waktu SMA, saya mulai memantapkan diri memilih farmasi. Saya ingin menyelamatkan orang dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujarnya.
Menurut Bella, farmasi memberinya ruang untuk terus belajar dan berinovasi. “Obat dan penyakit selalu berkembang. Jadi, jadi apoteker itu seperti belajar seumur hidup,” tuturnya sambil tersenyum.
Perjalanan akademik Bella dimulai di Sekolah Farmasi ITB, tempat ia menempuh pendidikan sarjana dan profesi apoteker. Bagi Bella, ITB bukan sekadar kampus bergengsi, tetapi juga tempat yang membentuk semangatnya untuk terus maju.
“ITB itu satu-satunya pilihan saya. Lingkungannya penuh orang hebat. Dari situ saya belajar bahwa untuk memberi manfaat, kita harus punya fondasi ilmu yang kuat,” katanya.
Selepas menyelesaikan studi di ITB, Bella melanjutkan pendidikan magister di Seoul National University, Korea Selatan — salah satu universitas terbaik di Asia. Beasiswa dari Daewoong Foundation menjadi tiket baginya untuk mewujudkan mimpi itu.
“Daewoong Foundation memberikan banyak dukungan. Tidak hanya biaya pendidikan, tapi juga kesempatan bekerja di industri farmasi Korea. Itu sangat membantu saya memahami dunia kerja secara nyata,” ujar Bella.
Kesempatan magang di Daewoong Pharmaceutical membuka jalan bagi Bella untuk berkarier di sana. Ia sempat menjalani pelatihan tiga bulan, sebelum akhirnya resmi direkrut usai lulus S2.
“Biasanya, fresh graduate susah cari kerja. Tapi karena program dari Daewoong Foundation itu, saya dapat kesempatan kerja sebelum lulus. Saya bersyukur bisa langsung diterima,” kenangnya.
Kini, Bella menjabat sebagai Clinical Project Leader di Daewoong Pharmaceutical, Korea Selatan. Ia memimpin proyek klinis lintas negara, termasuk penelitian obat untuk penyakit GERD (asam lambung) yang melibatkan kolaborasi antara tim Korea dan Indonesia.
“Proyek itu sangat berkesan. Saya belajar banyak tentang komunikasi lintas budaya. Walaupun sama-sama pakai bahasa Inggris, perbedaan budaya bisa memengaruhi pemahaman. Saya belajar untuk mendengarkan dan menengahi perbedaan,” katanya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media