fin.co.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 (Daop 1) Jakarta, mengonfirmasi insiden anjloknya KA 58F Purwojaya relasi Gambir – Kroya di kawasan Emplasemen Stasiun Kedunggedeh.
Dua kereta di bagian belakang rangkaian dilaporkan keluar dari rel, menyebabkan jalur hulu tidak dapat digunakan, sementara seluruh perjalanan dialihkan ke jalur hilir atau berjalan jalur kiri.
KAI Sampaikan Permintaan Maa
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas
terganggunya perjalanan akibat insiden ini.
“Kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat gangguan operasional ini. Saat ini petugas di lapangan terus bekerja melakukan normalisasi agar perjalanan kereta api dapat segera kembali lancar,” ungkap Ixfan Hendriwintoko.
KAI memastikan bahwa area emplasemen Kedunggedeh sudah diamankan, agar tidak mengganggu perjalanan kereta lainnya yang akan melintas.
Jalur Hulu Terhalang, Operasional Dialihka
Karena jalur hulu masih tertutup rangkaian KA Purwojaya, KAI melakukan perubahan pola operasi untuk menjaga kelancaran perjalanan kereta lain. Beberapa perjalanan yang dialihkan ke jalur kiri antara lain :
- KA 176 Menoreh (Pasarsenen–Semarang Tawang) – melintas pertama di jalur kiri pukul 15.01 WIB.
- KA 142F Argo Parahyangan (Gambir–Bandung) – melintas pukul 15.21 WIB.
- KA 103 Bogowonto (Lempuyangan–Pasarsenen) – berangkat dari Stasiun Karawang pukul 15.44 WIB.
- KA 137 Argo Parahyangan (Bandung–Gambir) – melintas pukul 15.55 WIB.
- KA 39 Sembrani (Surabaya–Gambir) – berangkat pukul 15.58 WIB.
Sementara itu, sejumlah kereta masih menunggu antrean keberangkatan, di antaranya :
- KA 44 Taksaka (Gambir–Yogyakarta).
- KA 152 Brantas (Pasarsenen–Blitar).
- KA 336 Commuter Line Jatiluhur (Cikarang–Cikampek).
Tim teknis KAI Daop 1 Jakarta kini tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi rel dan rangkaian untuk memastikan penyebab anjlokan.
Selain itu pihaknya akan memastikan keamanan lintasan di lokasi kereta anjlok, sebelum jalur kembali dibuka dan melayani perjalanan kereta.