Hujan Mikroplastik Bisa Rusak Kulit dan Picu Penuaan Dini, Begini Cara Melindunginya

lifestyle.fin.co.id - 30/10/2025, 14:05 WIB

Hujan Mikroplastik Bisa Rusak Kulit dan Picu Penuaan Dini, Begini Cara Melindunginya

Mikroplastik dalam air hujan bisa merusak kulit dan mempercepat penuaan. Foto: ANTARA/ Sulthony Hasanuddin.

fin.co.id - Fenomena hujan mikroplastik semakin mengkhawatirkan. Bukan cuma berdampak pada lingkungan, partikel kecil ini ternyata juga bisa menimbulkan masalah serius bagi kulit manusia. Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), mikroplastik yang turun bersama air hujan membawa zat berbahaya yang dapat memicu iritasi hingga penuaan dini.

Dokter kulit anggota Perdoski, dr. Arini Astasari Widodo, SM, Sp.DVE, FINSDV, menjelaskan bahwa mikroplastik bukan hanya sekadar potongan kecil plastik, tapi juga “kendaraan” bagi berbagai bahan kimia beracun hasil proses industri.

“Mikroplastik bukan hanya partikel plastik murni, tapi juga membawa berbagai bahan kimia tambahan dari proses produksinya,” kata dr. Arini dikutip dari ANTARA, Rabu (Jakarta).

Zat Beracun yang Mengintai di Balik Partikel Mikroplastik

Di dalam mikroplastik, terkandung sejumlah bahan kimia berbahaya seperti phthalates, bisphenol A (BPA), polyaromatic hydrocarbons (PAHs), diethylhexyl phthalate (DEHP), serta logam berat seperti kadmium, merkuri, dan timbal. Semua zat ini dikenal bersifat toksik dan berpotensi memicu gangguan kesehatan kulit.

Menurut dr. Arini, dari sisi dermatologi, zat-zat tersebut bersifat iritan dan sensitisasi kuat. Artinya, ketika kulit terpapar, bisa muncul reaksi seperti dermatitis iritan kontak atau dermatitis alergi kontak terutama pada orang yang memiliki kulit sensitif atau riwayat eksim atopik.

Yang lebih parah, partikel mikroplastik dapat bertindak seperti spons yang membawa polutan udara lain, seperti jelaga dan ozon. Kombinasi ini memperburuk stres oksidatif pada kulit, menyebabkan kerusakan kolagen, penuaan dini, dan penurunan fungsi sawar kulit (skin barrier dysfunction).

“Yang paling berbahaya sebenarnya bukan hanya partikel plastiknya, tetapi kombinasi antara partikel mikroplastik dan bahan kimia toksik yang melekat di permukaannya, karena keduanya bekerja sinergis merusak sel kulit dan mempercepat proses inflamasi,” tambah dr. Arini.

Mikroplastik di Atmosfer, Ancaman Nyata Bagi Kesehatan Kulit

Fenomena hujan mikroplastik menjadi bukti nyata bahwa polusi plastik telah menembus lapisan atmosfer. Artinya, partikel kecil ini tidak lagi hanya mengotori laut atau tanah, tapi juga turun bersama air hujan dan langsung bersentuhan dengan kulit kita setiap hari.

Masalahnya, ukuran mikroplastik yang sangat kecil bahkan bisa lebih halus dari debu, membuatnya mudah menempel pada kulit tanpa disadari. Saat bercampur dengan keringat dan minyak alami tubuh, partikel ini bisa masuk ke pori-pori dan memicu peradangan.

Tips Aman dari Dokter Kulit: Lindungi Kulit dari Bahaya Mikroplastik

Untuk mencegah efek buruk mikroplastik, dr. Arini menekankan pentingnya menjaga integritas sawar kulit. Kulit yang sehat berfungsi sebagai pertahanan pertama tubuh dari berbagai zat asing, termasuk mikroplastik.

Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari:

  • Gunakan sabun lembut tanpa SLS (Sodium Lauryl Sulfate)

    Hindari sabun keras atau antiseptik yang bisa mengikis pelindung alami kulit. Pilih sabun dengan formula lembut dan pH seimbang.
  • Rutin memakai pelembap

    Pilih pelembap dengan kandungan ceramide atau niacinamide untuk memperkuat skin barrier dan menenangkan kulit.
  • Segera bersihkan kulit setelah terpapar hujan atau debu

    Mikroplastik dapat menempel pada kulit melalui air hujan atau udara tercemar. Cuci wajah dan tubuh menggunakan air bersih serta sabun ringan agar partikel tidak menumpuk.

  • Gunakan pakaian pelindung dan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan

    Sunscreen tidak hanya melindungi dari sinar UV, tapi juga berfungsi sebagai “perisai” tambahan yang mengurangi kontak langsung mikroplastik dengan kulit.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID