Dokter Spesialis Bagikan Tips Cegah Penyakit Saat Banjir, Begini Cara Lindungi Diri

lifestyle.fin.co.id - 04/11/2025, 07:03 WIB

Dokter Spesialis Bagikan Tips Cegah Penyakit Saat Banjir, Begini Cara Lindungi Diri

Dokter RSUI beri tips cegah penyakit saat banjir. Foto: ANTARA /Aprillio Akbar.

fin.co.id - Banjir yang melanda sejumlah wilayah Indonesia setiap musim hujan bukan hanya menyebabkan kerugian materi, tapi juga membawa ancaman serius bagi kesehatan. Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Faisal Parlindungan, M.Ked (PD), Sp.PD,K-R, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai penyakit yang mudah menular saat banjir.

Menurut dr. Faisal, langkah pertama yang harus dilakukan adalah meminimalkan kontak langsung dengan air banjir. Air yang tampak keruh itu sering kali mengandung berbagai jenis kuman, bakteri, dan virus berbahaya.

“Saran utama adalah meminimalkan kontak langsung dengan air banjir sebisa mungkin. Jika tetap harus berada di genangan, gunakan sepatu atau bot tebal, sarung tangan, dan pakaian pelindung,” ujar Faisal dikutip dari ANTARA.

Ia menjelaskan bahwa air banjir sering terkontaminasi bakteri Leptospira, penyebab penyakit Leptospirosis, infeksi yang bisa menyerang ginjal, hati, bahkan menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat. Karena itu, penggunaan alas kaki dan pelindung tubuh sangat penting untuk menghindari paparan kuman sekaligus melindungi kulit dari luka akibat benda tajam yang terbawa arus.

Bahaya Tersembunyi di Balik Genangan Air

Selain risiko infeksi bakteri, air banjir juga bisa menjadi sumber berbagai penyakit kulit dan gangguan pencernaan. Dr. Faisal menekankan bahwa kebersihan diri dan lingkungan harus menjadi prioritas utama selama dan setelah banjir.

“Pastikan tidak meminum air yang tercemar, selalu memasak makanan sampai matang, dan cuci tangan secara rutin,” kata dokter yang juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) itu.

Perhatikan Kondisi Tempat Tinggal dan Pengungsian

Selain menjaga kebersihan diri, kondisi lingkungan tempat tinggal juga perlu diperhatikan. Dr. Faisal mengingatkan agar tempat pengungsian tidak terlalu lembap karena udara lembap dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan bakteri yang memicu penyakit pernapasan atau infeksi kulit.

Kondisi cuaca ekstrem dalam sepekan terakhir telah menyebabkan banjir di sejumlah wilayah seperti Semarang dan Jakarta. Banyak warga harus mengungsi di tempat sementara dengan fasilitas terbatas, sehingga risiko penularan penyakit menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, edukasi kesehatan masyarakat menjadi sangat penting.

Waspadai Cuaca Ekstrem dan Dampaknya

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah memperingatkan warga untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda berbagai wilayah hingga awal tahun depan. Hujan deras dengan durasi panjang dapat meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan penyebaran penyakit berbasis air.

Dengan langkah pencegahan yang tepat, masyarakat bisa tetap sehat dan aman menghadapi musim hujan. Seperti yang ditegaskan dr. Faisal, kewaspadaan dan kebersihan adalah kunci utama untuk mencegah penyakit saat banjir. (ANT)

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID