Hati-hati, Gaya Hidup Sedentary Bisa Picu Infertilitas pada Wanita

lifestyle.fin.co.id - 19/11/2025, 18:03 WIB

Hati-hati, Gaya Hidup Sedentary Bisa Picu Infertilitas pada Wanita

Gaya hidup kurang aktif dan pola makan tidak sehat bisa picu infertilitas. Foto: Freepik.

fin.co.id - Gaya hidup modern yang serba cepat ternyata bisa jadi musuh terbesar kesuburan wanita. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, Dr. dr. Gita Pratama, Sp.OG, Subsp. FER., M.Rep.Sc, menegaskan bahwa pola hidup sehari-hari sangat berperan dalam munculnya masalah infertilitas.

“Memang yang saat ini paling berhubungan dengan gangguan gaya hidup adalah infertilitas yang disebabkan oleh gangguan ovulasi,” ujar Dr. Gita saat temu media di Jakarta, Rabu.

Salah satu faktor utama adalah sedentary lifestyle alias gaya hidup kurang bergerak. Wanita yang sehari-harinya banyak duduk di kantor, lebih memilih naik mobil daripada berjalan kaki, atau hanya berbaring saat ada waktu luang, berisiko tinggi mengalami Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Kondisi ini menjadi salah satu penyebab infertilitas yang paling umum.

Lebih dari itu, kebiasaan makan juga menjadi pemicu. Konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula mendorong peningkatan berat badan atau obesitas. Obesitas sendiri memperburuk gejala PCOS dan membuat proses menurunkan berat badan semakin sulit. Akibatnya, wanita yang sudah menikah akan menghadapi kesulitan untuk hamil.

“Kemudian kalau misalnya untuk pasien yang sudah menikah, jadi susah hamil. Jadi itu yang paling sering disebabkan oleh gaya hidup,” terang dokter lulusan Universitas Indonesia ini.

Selain kesulitan hamil, PCOS juga menimbulkan siklus menstruasi tidak teratur. Salah satu penyebabnya adalah anovulasi, yaitu kondisi saat ovarium tidak melepaskan sel telur pada siklus menstruasi. Dr. Gita menjelaskan bahwa gangguan ini bisa terlihat dari pola haid yang tidak konsisten.

“Gangguan mensnya bagaimana? Haidnya itu jadi enggak teratur, jadi bisa kadang-kadang mundur satu minggu atau mundur satu bulan bahkan lebih ya, atau kadang-kadang dalam satu bulan bisa dua kali. Itu kemungkinan besar ada gangguan ovulasi,” jelasnya saat praktik di Rumah Sakit Pondok Indah.

Menariknya, masalah infertilitas yang dipicu gaya hidup sebenarnya bisa dicegah atau diminimalkan dengan perubahan kebiasaan sederhana namun konsisten. Dr. Gita menyarankan wanita untuk lebih aktif bergerak setiap hari, baik melalui olahraga ringan di sela kesibukan maupun rutin berjalan kaki. Selain itu, pemenuhan kebutuhan nutrisi melalui makanan sehat sangat penting.

Menerapkan pola makan seimbang, kaya serat, protein, serta rendah gula dan karbohidrat olahan bisa membantu mengontrol berat badan sekaligus menurunkan risiko PCOS. Kombinasi aktivitas fisik dan asupan nutrisi tepat tidak hanya meningkatkan kesuburan, tapi juga memperbaiki kualitas hidup secara keseluruhan.

Intinya, infertilitas bukan hanya soal masalah medis, tapi juga soal gaya hidup. Dengan mulai bergerak lebih aktif, mengatur pola makan, dan menjaga berat badan ideal, wanita memiliki peluang lebih besar untuk mencegah PCOS dan meningkatkan kesuburan. (ANT)

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID