fin.co.id - AirAsia kembali membuktikan dominasinya di industri penerbangan, maskapai Malaysia itu dinobatkan sebagai maskapai low cost terbaik dunia 2025.
Pemilihan tersebut berdasarkan survei Skytrax World Airline Award, sekaligus menandai gelar ke-16 secara beruntun dalam kategori yang sama.
Gelaran penghargaan bergengsi tersebut menempatkan AirAsia di posisi puncak, mengungguli berbagai maskapai berbiaya rendah dari Eropa, Timur Tengah, dan kawasan lainnya.
Predikat ini makin menguatkan posisi AirAsia sebagai pemain utama, khususnya di pasar penerbangan murah global.
Jaringan Luas dan Tiket Murah Jadi Andalan
Berbasis di Malaysia, AirAsia kini mengoperasikan lebih dari 200 pesawat yang melayani rute di Asia Tenggara hingga destinasi sekitar.
Perusahaan penerbangan ini juga menargetkan diri menjadi jaringan maskapai murah global pertama di dunia. Salah satu alasan popularitas AirAsia, yakni tarif tiketnya yang konsisten rendah.
Untuk beberapa rute, seperti Kuala Lumpur–Phuket, tiket satu arah bahkan bisa didapat mulai sekitar US$40 atau kurang lebih sekitar Rp620 ribu.
Maskapai ini juga rutin menggelar promo kilat, termasuk kampanye “Free Seats” yang sempat menarik perhatian besar pada Februari lalu.
Survei Skytrax Melibatkan Penumpang dari 100+ Negara
Peringkat Skytrax didasarkan pada survei tahunan, yang meminta penumpang menilai maskapai terbaik menurut pengalaman mereka.
Survei periode 2024–2025 ini diklaim melibatkan responden dari lebih dari 100 kebangsaan, menjadikannya salah satu survei kepuasan penumpang terbesar di dunia.
Seperti halnya maskapai low-cost pada umumnya, harga tiket AirAsia untuk kelas termurah tidak mencakup fasilitas seperti bagasi, pilihan kursi, atau prioritas naik pesawat.
Namun AirAsia menyediakan paket bundling seperti “Value Pack” dan “Premium Flex” yang sudah termasuk fasilitas tambahan.
Daftar 10 Maskapai Low-Cost Terbaik Dunia 2025 Versi Skytrax