Banjir Rendam Pantai Crystal Bay Nusa Penida, Kunjungan Wisata Ditutup Sementara

lifestyle.fin.co.id - 09/12/2025, 16:28 WIB

Banjir Rendam Pantai Crystal Bay Nusa Penida, Kunjungan Wisata Ditutup Sementara

Banjir Rendam Pantai Crystal Bay Nusa Penida (Dokumen Istimewa)

fin.co.id - Salah satu pantai ikonik di Nusa Penida, Crystal Bay, mengalami banjir usai hujan lebat mengguyur daerah tersebut sejak Senin 8 Desember 2025 malam, sekitar pukul 23.00 WITA.

Imbas banjir tersebut, aktivitas wisata terpaksa dihentikan sementara untuk proses pemulihan.

"Kami terus berupaya melakukan penanganan pascabencana secara bertahap dan berkelanjutan. Sinergi aparat dan partisipasi masyarakat sangat berperan penting agar kawasan Crystal Bay dapat segera pulih dan kembali mendukung aktivitas wisata," ungkap Kapolsek Nusa Penida, AKP I Ketut Kesuma kepada wartawan.

Air bah datang dari perbukitan di sisi timur, membawa lumpur pekat, pasir halus, batu-batu kecil, hingga ranting pohon ke kawasan pantai.

Tumpukan material ini memenuhi area parkir dan merembes ke beberapa kios milik warga, akibatnya akses masuk wisatawan terganggu dan aktivitas ekonomi lumpuh dalam semalam.

Kerja Bakti Bersama untuk Pemulihan Pantai

Proses pembersihan dimulai sejak Selasa 9 Desember 2025 pagi, sekitar pukul 07.00 Wita. Personel Polri, TNI, perangkat Desa Sakti, dan warga setempat turun langsung menormalkan kondisi pantai.

Mereka menggunakan perlengkapan sederhana seperti sekop, cangkul, ember, hingga mesin senso untuk memotong kayu besar yang menyangkut di area parkir dan depan kios.

Banjir sempat membuat area parkir terendam hingga 20 cm, beberapa kios bahkan mengalami genangan lebih tinggi antara 20–40 cm. Tumpukan lumpur di dalam kios mencapai 5–10 cm, sehingga warga harus bekerja ekstra untuk membersihkan barang dagangan yang basah.

Sudah 75% Pulih, Tapi Kunjungan Wisata Masih Ditutu

Hingga siang hari, sekitar 75% area parkir sudah kembali dapat digunakan. Meski begitu, lumpur tipis masih terlihat di beberapa titik dan sejumlah kios masih dalam proses pengeringan.

"Kerugian material masih dalam pendataan. Kalau korban jiwanya maupun luka-luka nihil," ucapnya.

Akses menuju pantai, sudah dibersihkan dari tumpukan kayu dan lumpur yang sebelumnya membuat jalan licin dan berbahaya. Namun, demi keselamatan wisatawan, kegiatan pariwisata masih dihentikan sementara hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman.

Upaya pemulihan usai banjir terus dipercepat, agar Crystal Bay dapat kembali menyambut wisatawan yang rindu menikmati panorama senja dan kejernihan lautnya.

Tuahta Aldo
Tuahta Aldo
Penulis

Penulis FIN.CO.ID