fin.co.id - DIY Yogyakarta kembali bersiap, menghadapi gelombang besar wisatawan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Pemerintah Daerah DIY memprediksi lonjakan kunjungan akan memadati sejumlah titik wisata, ruas jalan utama, hingga pusat kota selama periode akhir Desember.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, GKR Bendara mengimbau masyarakat lokal agar lebih toleran terhadap kemacetan dan keramaian yang pasti terjadi.
"Untuk Nataru, tentunya bagi warga Jogja yang tinggal di sini, mohon sedikit bersabar dengan situasi Nataru gitu ya. Karena kita tetap roda perekonomian kita ditopang banyak oleh pariwisata," ungkap GKR Bendara kepada wartawan.
Menurutnya, momen libur panjang memang selalu membawa konsekuensi meningkatnya mobilitas dan aktivitas wisata.
Pemprov DIY mencatat arus kedatangan wisatawan mulai mengalami peningkatan sejak Kamis 18 Desember 2025 hingga puncaknya di 1 Januari 2026.
Dinas Perhubungan Yogyakarta bahkan memproyeksikan jumlah wisatawan bisa mencapai 7 juta orang, dengan total pergerakan menuju dan di dalam wilayah Jogja mencapai sekitar 9,38 juta.
Mayoritas wisatawan diprediksi menggunakan kendaraan pribadi, kondisi ini berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas hingga 20 persen, terutama di jalur favorit wisata dan akses masuk kota.
Meski berisiko menimbulkan kemacetan, tingginya minat wisatawan dinilai sebagai sinyal positif. Yogyakarta masih menjadi destinasi favorit nasional, khususnya saat musim liburan.
Dampak ekonominya pun cukup besar, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata.
"Anggap saja kalau kita bersabar, itu pasti ada UMKM yang bisa laku lah istilahnya gitu," jelasnya.
Dengan lonjakan wisatawan yang tak terelakkan, kolaborasi antara warga lokal, wisatawan, dan pemerintah menjadi kunci agar libur Nataru di Jogja tetap aman, nyaman, dan berdampak positif bagi semua pihak.