fin.co.id - Rencana liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Anda bisa berantakan jika abai terhadap peringatan terbaru ini. ASTRA Infra baru saja mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh pengguna jalan tol seiring dengan potensi cuaca ekstrem yang memuncak sepanjang Desember 2025. Bukan cuma soal kemacetan, ancaman keselamatan di jalan tol kini meningkat berkali-kali lipat akibat hujan deras dan angin kencang. Jika Anda tidak ingin terjebak dalam situasi berbahaya atau merusak momen liburan keluarga, menyimak instruksi ini adalah kewajiban mutlak.
Lonjakan Volume Kendaraan: Tangerang-Merak Pecah Rekor!
Data terbaru menunjukkan pergerakan massa sudah mulai masif di jalur-jalur utama. Pada H-3 Natal (22 Desember 2025), sebanyak 287.252 kendaraan terpantau sudah memadati tiga ruas tol utama milik ASTRA Infra, yakni Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan (Cipali), dan Jombang–Mojokerto. Pergerakan ini diprediksi akan terus meningkat hingga puncak arus mudik berlangsung.
Lonjakan paling signifikan terjadi di ruas Tol Tangerang–Merak. Sebanyak 177.091 kendaraan melintas, angka ini meroket 19,8% dibandingkan periode Nataru tahun lalu. Sementara itu, Tol Cipali mencatat 72.748 kendaraan dan Tol Jombang–Mojokerto menyentuh angka 37.416 kendaraan. Meski di beberapa titik ada fluktuasi dibanding tahun lalu, kepadatan ini tetap menyimpan risiko besar, terutama saat awan hitam mulai menyelimuti langit jalur bebas hambatan.
Bahaya Aquaplaning Mengintai: Cek Kondisi Ban Sekarang Juga!
Satu istilah yang wajib Anda pahami sebelum menginjak pedal gas adalah aquaplaning. Ini adalah kondisi mengerikan di mana ban mobil kehilangan traksi dengan aspal karena terhalang genangan air. Akibatnya, mobil Anda bisa meluncur tak terkendali seperti di atas es. Kondisi ini sering menjadi penyebab utama kecelakaan fatal di jalan tol saat musim hujan.
ASTRA Infra menegaskan agar pengendara memastikan ketebalan tapak ban masih memadai sebelum memulai perjalanan jauh. Jangan sekali-kali meremehkan tekanan udara ban yang tidak sesuai standar pabrikan. Ban yang botak atau aus adalah tiket menuju petaka saat hujan deras mengguyur lintasan. Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima untuk mencengkeram aspal dengan sempurna.
Aturan Main Saat Hujan: Kecepatan Maksimal 70 Km/Jam!
Lupakan keinginan untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi demi mengejar waktu. Saat lintasan basah dan licin, sistem pengereman tidak akan bekerja seefektif saat kondisi kering. Pihak pengelola tol secara resmi mengimbau pengguna jalan untuk membatasi kecepatan maksimal hanya 70 km/jam saat hujan turun. Kecepatan yang terkontrol memberikan Anda waktu lebih untuk merespons keadaan darurat.
Selain mengontrol kecepatan, menjaga jarak aman minimal 80 meter antar kendaraan adalah harga mati. Hal ini sangat krusial untuk memberikan ruang reaksi jika kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak atau mengalami selip. Visibilitas yang menurun drastis saat hujan menuntut kewaspadaan ganda dari setiap pengemudi.
Lampu Hazard: Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan
Masih sering menyalakan lampu hazard saat hujan deras? Hentikan kebiasaan itu sekarang juga. Banyak pengendara salah kaprah menganggap lampu hazard membantu visibilitas, padahal penggunaan yang salah justru membahayakan dan membingungkan pengendara lain di belakang Anda. Senior Instructor Safety Defensive Driving Consultant, Sony Susmana, memberikan peringatan keras terkait fenomena ini.
“Pengguna jalan diimbau untuk tidak menyalakan lampu hazard saat hujan, karena lampu tersebut hanya digunakan dalam kondisi darurat dan dapat membingungkan pengguna jalan lainnya apabila digunakan tidak semestinya,” tegas Sony.
Alih-alih menyalakan hazard, pastikan saja lampu utama, lampu rem, dan lampu sein berfungsi normal. Gunakan lampu utama agar posisi kendaraan Anda tetap terlihat jelas oleh pengguna jalan lain di tengah keterbatasan jarak pandang akibat guyuran air.