fin.co.id - Mobilitas wisata antara Yogyakarta dan Solo tak lagi ribet, dengan jarak sekitar 60 kilometer, perjalanan dua kota budaya ini semakin praktis.
Berkat kehadiran Commuter Line Yogyakarta – Solo yang menawarkan tarif terjangkau, perjalanan wisata antar kota tersebut kini bisa pulang dan pergi secara langsung.
Tak hanya menjadi solusi transportasi harian bagi pekerja dan pelajar, kereta komuter ini kian diminati wisatawan yang ingin menjelajahi Yogya dan Solo secara efisien tanpa bergantung kendaraan pribadi.
Sebagai tulang punggung transportasi publik di jalur selatan Jawa Tengah–DIY, Commuter Line Yogya–Solo setiap hari melayani ribuan penumpang.
Aktivitas mereka beragam, mulai dari urusan kerja, pendidikan, hingga agenda liburan singkat lintas kota.
Melintasi Stasiun Strategis Yogya dan Solo
Rute Commuter Line ini menghubungkan sejumlah stasiun penting. Dari wilayah Solo, kereta melayani Stasiun Palur, Jebres, dan Solo Balapan.
Sementara di Yogyakarta, penumpang bisa naik dari Stasiun Tugu, Lempuyangan, atau Maguwo.
Soal harga, Commuter Line Yogya–Solo memberlakukan tarif flat Rp 8.000 untuk seluruh rute, menjadikannya salah satu moda transportasi antarkota paling ekonomis di wilayah ini.
Pembelian tiket pun dibuat fleksibel dan kekinian, penumpang dapat menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), berbagai uang elektronik, hingga QR Code GoTransit dari Gojek, sesuai preferensi masing-masing.
Jadwal Padat dari Pagi hingga Malam
Untuk mendukung mobilitas harian masyarakat, Commuter Line Yogya–Solo beroperasi dengan frekuensi jadwal yang cukup rapat.
Dari Stasiun Palur, kereta pertama berangkat pukul 05.00 WIB, sementara perjalanan terakhir dijadwalkan pukul 20.42 WIB.
Sedangkan dari arah Yogyakarta, kereta paling pagi mulai beroperasi pukul 05.05 WIB, memungkinkan penumpang memulai aktivitas sejak dini hari.
Jadwal ini dinilai ideal bagi komuter maupun wisatawan, yang ingin mengatur waktu perjalanan dengan lebih fleksibel.