Beauty . 27/12/2025, 15:13 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id - Tahun 2025 menandai pergeseran besar dalam dunia kecantikan, terutama dalam cara kebanyakan orang memandang alis.
Jika sebelumnya standar kecantikan kerap mengarah pada alis tebal, rapi, dan nyaris seragam, kini arah tren justru bergerak ke kebebasan berekspresi dan bentuk alami.
Tak ada lagi satu gaya alis yang dianggap paling ideal, tren terbaru menunjukkan bahwa alis bukan sekadar mengikuti arus media sosial, melainkan menjadi bagian dari identitas personal setiap individu.
Pendiri brand kecantikan Kulfi, Priyanka Ganjoo menilai, industri kecantikan saat ini mulai meninggalkan konsep alis yang terlalu dibentuk dan tampak sempurna.
“Tren alis sekarang lebih fokus menonjolkan fitur alami wajah, bukan mengejar satu standar kecantikan yang sama,” ungkap Priyanka Ganjoo.
Menurutnya, konsumen semakin menghargai tekstur asli dan pola alami alis mereka. Sejalan dengan itu, banyak orang kini memilih membiarkan alis tumbuh apa adanya.
Perawatan pun dilakukan seminimal mungkin, cukup dirapikan agar terlihat bersih dan terawat, tanpa menghilangkan karakter aslinya.
Sempat beredar isu kembalinya tren alis tipis ala 1990-an yang membuat sebagian orang waswas, terutama mereka yang pernah mengalami masa over plucking.
Namun tren alis tipis di 2025 hadir dengan pendekatan berbeda, Pendiri Anastasia Beverly Hills, Anastasia Soare menegaskan, tren alis masa kini jauh lebih bijak.
“Alis tipis sekarang bukan tiruan mentah dari era 90-an dan tidak wajib diikuti jika tidak nyaman,” kata Anastasia Soare.
Tidak ekstrem dan tidak memaksakan satu gaya untuk semua orang, alis tipis versi terbaru tetap mempertimbangkan proporsi wajah dan kesehatan rambut alis itu sendiri.
Dengan kata lain, tren alis kini bukan soal mengikuti bentuk tertentu, melainkan soal merayakan keunikan dari setiap individu masing-masing.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media