fin.co.id - Penggunaan lipstik merah selama puluhan tahun, dikenal sebagai simbol kecantikan paling ikonik bagi sebagian besar wanita.
Dipakai ke kantor, pesta, hingga liburan, warna ini kerap dianggap jalan pintas untuk menciptakan tampilan yang elegan dan penuh percaya diri.
Namun di tengah derasnya tren kecantikan di media sosial, status lipstik merah kini mulai dipertanyakan.
Sejumlah kreator di media sosial menyebut warna klasik ini tidak selalu cocok untuk semua orang, bahkan dianggap membuat sebagian pemakainya justru kurang nyaman dengan penampilannya.
Berbeda dengan lipstik nude atau warna lembut lainnya, merah memang tak pernah bersifat netral.
Warnanya mencolok, menyita perhatian, dan memberi efek visual yang kuat. Tak heran, jika banyak pengguna internet mengaku merasa “terlalu diperhatikan” saat memakainya.
Kunci Utama Penggunaan Listrik Merah, Kenali Undertone Kulit
Meski begitu, para profesional di industri kecantikan menilai lipstik merah belum akan kehilangan tempatnya.
Makeup artist selebriti Scott Barnes menyebut, penolakan terhadap lipstik merah sering kali bukan karena warnanya, melainkan karena salah memilih shade.
"Luar biasa cantik kalau dipoles dengan benar dan terus terang, bisa terlihat buruk kalau salah pakai,” ungkap Scott Barnes saat dikutip.
“Lihat saja Taylor Swift dan Rihanna, warna kulit mereka sangat berbeda tapi sama-sama terlihat memukau dengan bibir merah karena mereka memakai merah yang tepat untuk kulitnya,” sambungnya.
Pendapat senada disampaikan Tiesha Williams, makeup artist profesional sekaligus duta merek Black Radiance.
Ia percaya, bahwa selalu ada satu shade merah yang bisa bekerja untuk hampir setiap orang.
Menurut Williams, lipstik merah dengan undertone biru cenderung cocok untuk kulit terang hingga medium karena memberi efek cerah dan bersih.
Sementara itu, merah dengan sentuhan oranye lebih menyatu dengan kulit medium-deep hingga deep-dark.