fin.co.id - Siapa sangka di balik tatapan tajam dan langkah wibawa seekor harimau Sumatera bernama Rafa, ada sosok manusia yang bertaruh nyawa setiap hari? Saat kamu asyik menonton momen feeding time di Taman Margasatwa Ragunan, ada kisah pengabdian luar biasa dari seorang pria bernama Fahmi (30). Sang zoo keeper ini bukan sekadar pemberi makan, tapi penjaga nyawa bagi raja hutan yang kini statusnya kian langka.
Menjelang arus liburan tahun baru 2026 yang membeludak, Fahmi bahkan rela kehilangan waktu liburnya demi memastikan Rafa tetap sehat dan kenyang. Menjadi perawat satwa karnivora di salah satu kebun binatang terbesar di Indonesia bukanlah perkara mudah. Kamu butuh keberanian ekstra, kewaspadaan tingkat tinggi, dan empati yang sangat dalam untuk bisa "berteman" dengan kucing besar seberat ratusan kilogram ini.
Profil Fahmi: Dari Lulusan IPB Hingga Jadi Sahabat Rafa
Fahmi bukanlah orang baru di dunia konservasi satwa. Pria lulusan D3 Peternakan IPB ini sudah mendedikasikan tiga tahun hidupnya di Ragunan. Namun, khusus untuk merawat harimau Sumatera, ia baru menjalaninya selama satu tahun terakhir. Sebelumnya, Fahmi bertugas merawat hewan herbivora seperti Rusa Timur yang jauh lebih tenang dan "ramah".
Transisi dari merawat rusa ke harimau tentu memberikan kejutan budaya tersendiri. "Kalau untuk tantangannya sendiri itu kita harus lebih hati-hati ya. Karena yang namanya kita ngerawat hewan buas, jadi balik lagi ke diri kita sendiri untuk tetap waspada," jelas Fahmi saat kami temui di area kandang harimau pada Kamis, 1 Januari 2026. Pengetahuan akademis memang penting, namun insting lapangan dan ketenangan mental adalah kunci keselamatan utama.
Cara Membangun Bonding dengan Harimau Sumatera yang Ganas
Mungkin kamu berpikir mustahil bisa bercanda dengan harimau. Namun, Fahmi membuktikan bahwa bonding bisa terbentuk melalui interaksi rutin. Ia sering memanggil nama Rafa, menyuapi daging menggunakan capitan khusus, hingga mengajak Rafa berbincang ringan layaknya teman lama. "Terus kita ajak ngobrol dia, terus kita bercandain lah gitu," ujar Fahmi sambil tersenyum tipis.
Rafa sendiri merupakan harimau Sumatera berusia 11 tahun. Ia adalah individu termuda di antara koleksi harimau Sumatera lainnya di Ragunan. Sebagai hewan yang bersifat soliter dan sangat teritorial, Rafa tinggal sendirian di satu kandang khusus. Hal ini menuntut fokus penuh dari Fahmi dan timnya. Tahukah kamu bahwa harimau sebenarnya adalah kucing besar yang hobi berendam dan berenang? Rafa punya kebiasaan unik membersihkan tubuhnya atau grooming persis seperti kucing rumahan, namun dalam skala yang jauh lebih besar.
Menu Makan Mewah Sang Raja Hutan
Urusan perut Rafa tidak main-main. Setiap hari, predator puncak ini menghabiskan lima hingga enam kilogram daging segar. Fahmi biasanya mencampur daging ayam dan daging sapi untuk memastikan nutrisi Rafa terpenuhi secara seimbang. Waktu pemberian pakan diatur secara fleksibel antara siang atau sore hari, bergantung pada kondisi dan perilaku satwa pada hari tersebut.
Jika biasanya acara feeding time Ragunan berlangsung setiap Minggu jam 14.00 WIB, khusus momen liburan tahun baru ini, pihak pengelola mempercepat jadwal ke siang hari. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman maksimal bagi para pengunjung yang sudah memadati area taman margasatwa sejak pagi buta.
Menghadapi Stres Akibat Keramaian Pengunjung
Menjadi bintang utama di Ragunan ternyata bisa bikin stres. Rafa sangat sensitif terhadap perubahan cuaca, kebisingan, dan kerumunan manusia yang terlalu padat. Fahmi menceritakan bahwa saat Rafa merasa tertekan, perilakunya akan berubah drastis. Tanda stres yang paling kentara adalah perilaku stereotipik, di mana Rafa akan mondar-mandir tanpa henti di satu titik atau lokasi yang sama.
Untuk menjaga kondisi psikologis dan fisik Rafa, tim medis Ragunan bekerja ekstra keras. Monitoring dilakukan setiap hari tanpa henti. Rafa mendapatkan asupan vitamin seminggu sekali, pengecekan kesehatan rutin setiap bulan, hingga medical check up menyeluruh setahun sekali. Kolaborasi antara 15 petugas karnivora dan tim medis memastikan Rafa tetap menjadi ikon kebanggaan yang sehat dan bugar.