fin.co.id - Nama Julian Johan kembali mencuri perhatian pecinta otomotif Tanah Air, dengan gebrakan terbarunya yang bikin bangga.
Pembalap yang akrab disapa Jeje ini dipastikan bakal membawa Merah Putih ke ajang reli paling ekstrem di dunia, Rally Dakar 2026.
Ambisi besarnya bukan sekadar tampil di lintasan, melainkan dapat mencetak sejarah baru bagi Indonesia.
Keikutsertaan Jeje di Dakar bukan tanpa alasan, ia terinspirasi dari jejak para senior pembalap Indonesia yang lebih dulu menjajal kerasnya reli legendaris tersebut.
Tinton Soeprapto tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang turun di Dakar pada 1988, disusul Anggoro Irwan yang tampil pada edisi 2010 dan 2011.
Meski demikian, hingga kini belum ada wakil Indonesia yang berhasil menyentuh garis finis Dakar.
Fakta itulah, yang justru menjadi pelecut semangat Jeje. Baginya, Rally Dakar 2026 adalah kesempatan emas untuk mematahkan rekor, serta membuktikan kemampuan pembalap Indonesia di panggung dunia.
Latihan Serius di Afrika, Fokus dengan Target
Tak ingin setengah-setengah, Jeje telah menjalani latihan intensif di Maroko, Afrika Utara.
Negara tersebut dipilih karena karakter lintasan dan kondisi cuacanya dinilai mendekati medan Rally Dakar di Arab Saudi, yang dikenal dengan pasir ekstrem, suhu panas, dan navigasi yang menguras fokus.
Latihan ini menjadi modal penting, agar Jeje terbiasa menghadapi tantangan sesungguhnya saat kompetisi berlangsung.
Andalkan Toyota Land Cruiser 100 yang Dimodifikasi Khusus
Dalam Rally Dakar 2026, Jeje akan mengendarai Toyota Land Cruiser 100 yang telah dimodifikasi secara khusus.
Mobil ini dirancang untuk menghadapi medan berat khas Dakar, mulai dari gurun pasir, bebatuan, hingga trek panjang non-stop yang menguji fisik dan mental pembalap.
Dengan persiapan matang, dukungan teknologi, serta motivasi sejarah, Jeje berharap bisa menjadi pembalap Indonesia pertama yang finis di Rally Dakar.