fin.co.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap melakukan penataan besar-besaran di kawasan Pasar Baru, Glodok, hingga Kota Tua pada pertengahan tahun ini.
Langkah ini sejalan dengan progres pembangunan MRT Jakarta fase 2A, yang kini tengah dikebut pembangunannya di wilayah pusat kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, penataan tersebut bukan sekadar mempercantik kota, tetapi menjadi bagian dari strategi besar pengembangan Transit Oriented Development (TOD).
"Pertengahan tahun ini malah kita rapikan dan kita kerjakan untuk Pasar Baru, Glodok, Pecinan, dan juga Kota Tua," ungkap Pramono di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Terhubung Langsung dengan TOD Monas
Penataan kawasan Pasar Baru hingga Glodok nantinya akan terintegrasi dengan TOD Monas, yang dirancang sebagai simpul pergerakan masyarakat dari pusat kota menuju kawasan wisata sejara Jakarta.
Dengan konsep ini, masyarakat diharapkan bisa berpindah dari satu titik ke titik lain menggunakan transportasi publik tanpa hambatan.
Selain itu, penataan tersebut membuat masyarakat dapat menikmati kawasan heritage yang lebih tertata dan ramah pejalan kaki.
MRT Terus Dikebut, Groundbreaking Segera Digelar
Selain penataan kawasan, Pramono juga mengungkapkan bahwa pembangunan MRT di Duta Merlin, Petojo Utara, Jakarta Pusat akan segera memasuki tahap groundbreaking dalam waktu dekat.
"Kalau tidak minggu-minggu ini atau minggu depan, kita mulai groundbreaking MRT yang ada di Duta Merlin, lanjut sampai Kota Tua," ucapnya.
Pemprov DKI menargetkan :
- Jalur MRT kawasan Monas beroperasi penuh pada 2027.
- Jalur MRT hingga Kota Tua rampung dan beroperasi sepenuhnya pada 2029.
Target tersebut menjadi fondasi utama sebelum revitalisasi kawasan bersejarah dilakukan secara total, sehingga masyarakat dapat berwisata lebih nyaman.
Setelah proyek MRT berjalan optimal, Pemprov DKI berencana menata ulang kawasan seperti Pasar Baru dan Glodok dengan pendekatan modern tanpa meninggalkan nilai sejarahnya.