fin.co.id - Serge Lutens kembali membuktikan bahwa parfum bukan sekadar soal wangi, tapi bisa menjadi gaya hidup setiap orang.
Lewat setiap karyanya, rumah parfum asal Prancis ini selalu menghadirkan narasi tentang emosi, kenangan, dan ruang imajinasi yang personal.
Lewat koleksi Collection Noire, Serge Lutens merilis Le Perce-vent, sebuah parfum yang terinspirasi dari konsep “the windbreaker”.
Hembusan angin dingin yang menembus keheningan, bukan angin yang agresif, melainkan sejuk, tenang, dan reflektif.
Aroma : Clean, Musky, dan Punya Kedalaman
Dari sisi visual, Le Perce-vent tetap setia pada DNA Serge Lutens : botol hitam, sleek, dan understated.
Tidak banyak ornamen, tapi justru di situlah kekuatannya. Minimalis, modern, dan terasa eksklusif, ciri khas yang konsisten sejak lama.
Saat pertama kali disemprotkan, Le Perce-vent langsung menghadirkan sensasi cold breeze.
Rasanya seperti udara dingin yang menyapu pikiran, memberi efek menenangkan di tengah hari yang padat.
Sejuk di awal, lalu perlahan berubah menjadi hangat dan nyaman. Clean, tapi tidak kosong. Intimate, namun tetap meninggalkan jejak aroma sillage yang moderat.
Cocok untuk Profesional Muda
Le Perce-vent terasa sangat relevan untuk gaya hidup modern, aromanya memberi kesan profesional, rapi, dan tenang, ideal dipakai saat meeting, kerja di kantor, atau business trip.
Parfum ini paling pas digunakan di pagi hari, terutama ketika cuaca dingin atau hujan.
Cocok juga sebagai “reset scent” bagi mereka yang mulai lelah dengan parfum yang terlalu kompleks atau terlalu ramai.
Modern dengan sentuhan klasik, Le Perce-vent adalah refleksi Serge Lutens yang matang, tenang, konsisten, dan penuh makna.