Melihat Legacy SR3 Bermesin Mercedes Benz OH 1626 L Buatan Indonesia

lifestyle.fin.co.id - 16/01/2026, 21:23 WIB

Melihat Legacy SR3 Bermesin Mercedes Benz OH 1626 L Buatan Indonesia

Legacy SR3 Bermesin Mercedes Benz OH 1626 L Buatan Indonesia (Dokumen Istimewa)

fin.co.id - Industri kendaraan niaga Indonesia kembali mencatatkan langkah penting di kancah internasional, dengan mengirim sasis bus produksi Indonesia.

Kali ini Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI) bersama Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), bekerjasama dengan Karoseri Laksana.

Pihaknya resmi melepas satu unit bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5, dari fasilitas perakitan di Cikarang menuju Thailand.

“Unit ekspor ini membuktikan bahwa bodi bus buatan Indonesia dapat sepenuhnya memenuhi standar keselamatan Eropa sembari juga memenuhi persyaratan pasar khusus di Thailand. Melalui kolaborasi erat dengan DCVMI, kami telah menghasilkan produk yang menggabungkan keselamatan, kenyamanan, dan desain kontemporer, memperkuat daya saing Indonesia di industri bus regional," ungkap Direktur Komersial PT Laksana Bus Manufaktur, Alvin Arman.

Pengiriman jadi tonggak baru ekspor kendaraan niaga Indonesia, sekaligus menegaskan kesiapan manufaktur lokal untuk memenuhi standar global dan regulasi ketat pasar luar negeri.

Gunakan Bodi Legacy SR3 Neo Panorama Buatan Karoseri Laksana

Bus yang dikirim bukan produk sembarangan, nit ini menggunakan bodi Legacy SR3 Neo Panorama karya PT Laksana Bus Manufaktur.

Laksana merupakan salah satu karoseri nasional, yang selama ini telah lama dikenal mampu bersaing di pasar ekspor.

Desain dan spesifikasinya disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan operasional, serta regulasi keselamatan di Thailand.

Dari sisi keamanan, bus ini dibekali standar  internasional yang komprehensif, struktur bodi telah lolos uji UNECE R66 untuk perlindungan saat kecelakaan terguling.

Sementara untuk material interior, bus buatan Karoseri Laksana ini telah memenuhi UNECE R118 yang memastikan ketahanan terhadap api. 

Seluruh kaca yang digunakan juga telah bersertifikasi ECE R43, untuk menjamin keselamatan penumpang.

Aspek perlindungan penumpang semakin diperkuat lewat penggunaan kursi dan titik pengikat sesuai UNECE R80, sabuk pengaman berstandar UNECE R14, serta sistem pintu darurat yang mengikuti regulasi Thailand. 

Pintu darurat ini dilengkapi penanda bercahaya dan kunci eksternal yang dapat dipecahkan saat kondisi darurat.

Tak hanya itu, bus ini juga mengusung desain lampu depan terbaru, yang dikembangkan khusus untuk meningkatkan visibilitas dan keamanan berkendara.

Tuahta Aldo
Tuahta Aldo
Penulis

Saya merupakan jurnalis fin.co.id yang bertugas meliput peristiwa di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Selain aktif sebagai penulis berita, saya juga aktif menjalani hobi Fotografi dan travelling.