fin.co.id - Saat ini Kota Jakarta telah memasuki musim hujan di awal tahun 2026. Intensitas hujan yang mulai meningkat menjadi bagian dari siklus tahunan yang membawa dampak bagi berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari transportasi hingga kewaspadaan terhadap potensi genangan dan banjir di sejumlah wilayah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa awal musim hujan di Indonesia tidak terjadi secara serentak. Perbedaan kondisi geografis dan iklim regional menyebabkan setiap wilayah memiliki waktu masuk musim hujan yang berbeda-beda.
Mengutip dari situs resmi BMKG, sebanyak 333 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 47,6 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan pada periode September hingga November 2025. Musim hujan di wilayah-wilayah tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2026, seiring dengan dinamika cuaca yang terus dipantau oleh BMKG.
Di waktu turunnya hujan seperti ini, terdapat keutamaan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan dzikir. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa doa yang dipanjatkan ketika hujan turun adalah doa yang mustajab, karena hujan merupakan salah satu bentuk rahmat Allah yang terbuka bagi siapa saja yang mau memohon dengan penuh keikhlasan.
Berikut bererapa doa ketika turun hujan:
Dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,
إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً
Artinya: “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari no. 1032)
Ibnu Baththol mengatakan, ”Hadits ini berisi anjuran untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan.” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 5: 18, Asy Syamilah)
Do’a Ketika Hujan Lebat:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu saat pernah meminta diturunkan hujan. Kemudian ketika hujan turun begitu lebatnya, beliau memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a,
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
“Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].” (HR. Bukhari no. 1014)
Berdo’a Setelah Turun Hujan:
Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat shubuh bersama kami di Hudaibiyah setelah hujan turun pada malam harinya. Tatkala hendak pergi, beliau menghadap jama’ah shalat, lalu mengatakan, ”Apakah kalian mengetahui apa yang dikatakan Rabb kalian?” Kemudian mereka mengatakan,”Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ. فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا. فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ
“Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah), makadialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari no. 846 dan Muslim no. 71).
Demikian doa ketika turun hujan. Semoga hujan selalu membawa berkah dan rahmat Allah. *
Ini Kumpulan Doa Ketika Turun Hujan Agar Terhindar dari Bencana
lifestyle.fin.co.id - 23/01/2026, 06:00 WIB
Tim Redaksi
Doa ketika hujan