Religi . 26/01/2026, 11:43 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Puasa tinggal menghitung jam, namun banyak orang masih saja terjebak dalam siklus lapar yang menyiksa di siang hari. Apakah Anda merasa lemas padahal sudah makan banyak saat sahur? Jangan-jangan, cara Anda menyantap hidangan di dini hari justru menjadi bumerang bagi energi Anda sepanjang hari. Jangan sampai ibadah terganggu hanya karena salah pilih menu!
Sahur bukan sekadar ajang menimbun makanan sebanyak mungkin ke dalam perut. Banyak dari kita yang melakukan kesalahan fatal yang justru mempercepat proses pengosongan lambung. Jika Anda tidak segera mengubah kebiasaan ini, jangan kaget jika rasa lapar menyerang lebih awal dari biasanya. Mari kita bongkar apa saja kesalahan umum saat sahur yang membuat tubuh cepat lemas dan lapar.
Banyak orang beranggapan bahwa makan nasi putih dalam porsi besar atau mengonsumsi roti putih saat sahur akan memberikan energi ekstra. Kenyataannya, karbohidrat sederhana ini justru memiliki indeks glikemik yang tinggi. Artinya, tubuh akan memprosesnya dengan sangat cepat menjadi gula darah.
Lonjakan gula darah yang drastis akan diikuti oleh penurunan (crash) yang tak kalah tajam. Hal inilah yang memicu rasa lapar yang luar biasa hanya dalam beberapa jam setelah matahari terbit. Cobalah beralih ke karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum, atau ubi-ubian yang melepaskan energi secara perlahan dan konsisten (slow-release energy).
Ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Protein adalah kunci utama rasa kenyang yang tahan lama. Menurut pakar kesehatan, protein memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna oleh sistem pencernaan dibandingkan karbohidrat. Jika sahur Anda hanya berisi nasi dan kerupuk, jangan harap bisa bertahan sampai sore.
Tambahkan telur, dada ayam, ikan, atau tempe ke dalam piring Anda. Kombinasikan dengan serat dari sayuran hijau dan buah-buahan seperti alpukat atau pisang. Serat berfungsi menyerap air dan memberikan volume pada lambung, sehingga sinyal kenyang akan bertahan lebih lama di otak Anda.
Banyak yang merasa belum afdal jika tidak menutup sahur dengan secangkir teh manis hangat atau kopi agar tidak mengantuk. Namun, waspadalah! Kafein dalam teh dan kopi bersifat diuretik. Artinya, kafein akan merangsang tubuh untuk mengeluarkan cairan lebih cepat melalui urin.
Efek sampingnya? Tubuh Anda akan lebih cepat mengalami dehidrasi. Dehidrasi sering kali disalahartikan oleh otak sebagai rasa lapar. Alih-alih merasa segar, Anda justru akan merasa haus dan lemas sepanjang hari. Pastikan air putih tetap menjadi primadona utama saat sahur untuk menjaga hidrasi sel tubuh.
Godaan untuk menarik selimut kembali setelah makan sahur memang sangat kuat. Namun, kebiasaan ini sangat berbahaya bagi pencernaan Anda. Saat tidur, proses pencernaan melambat. Makanan yang baru saja masuk tidak akan terproses secara optimal.
Lebih buruk lagi, tidur segera setelah makan bisa memicu naiknya asam lambung atau GERD. Perasaan tidak nyaman di dada dan perut ini tentu akan merusak kenyamanan ibadah puasa Anda. Berikan jeda minimal 1-2 jam untuk tubuh mengolah nutrisi sebelum Anda memutuskan untuk beristirahat kembali.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media