Otomotif . 27/01/2026, 10:12 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Ekonomi global yang penuh tantangan benar-benar memukul industri otomotif nasional sepanjang tahun 2025. Data terbaru menunjukkan total pasar ritel kendaraan bermotor melorot sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan angka penutupan di kisaran 833 ribu unit. Namun, di balik awan mendung tersebut, raksasa otomotif Toyota justru berhasil memperkokoh dominasinya di Indonesia.
Vice President PT Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto, mengungkapkan bahwa meskipun pasar melandai, realisasi angka tersebut sebenarnya masih jauh lebih baik dari prediksi awal yang lebih suram. Ia optimis bahwa titik terendah sudah terlewati dan industri siap tancap gas kembali.
“Angka ini sedikit lebih baik dari prediksi sebelumnya. Ternyata 2025 menjadi titik terendah sehingga ke depan pasar bisa mulai membaik,” ujar Henry saat gelaran media gathering, Senin (26/1/2026).
Meski daya beli masyarakat sedang tertekan, Toyota sukses mempertahankan takhta sebagai market leader. Sepanjang 2025, pabrikan asal Jepang ini membukukan penjualan lebih dari 250 ribu unit. Angka ini setara dengan pangsa pasar (market share) di atas 31 persen, sebuah pencapaian yang sekaligus menobatkan Toyota sebagai pemegang rekor penjualan tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Keberhasilan ini tidak lepas dari performa mobil-mobil legendaris mereka. Kijang Innova kembali membuktikan diri sebagai "raja jalanan" dengan volume penjualan menembus 60 ribu unit. Di posisi selanjutnya, Avanza dan Calya tetap menjadi pilihan utama keluarga Indonesia yang mencari fungsionalitas dan efisiensi.
“Terima kasih kepada masyarakat Indonesia dan rekan-rekan media yang terus mendukung Toyota," tambah Henry mengapresiasi loyalitas konsumen setianya.
Tren menarik muncul di sektor elektrifikasi. Toyota kini menguasai lebih dari 50 persen pasar mobil hybrid di Indonesia. Menariknya, adopsi teknologi ramah lingkungan ini tidak lagi hanya terpusat di Jakarta. Henry mencatat bahwa penerimaan kendaraan hybrid kini semakin merata ke berbagai wilayah Indonesia.
Saat ini, penetrasi mobil hybrid di Jakarta mencapai 50 persen, sementara di luar wilayah Jakarta namun masih di Pulau Jawa menyentuh angka 20 persen. Luar Jawa pun memberikan kontribusi yang sama, yakni sekitar 20 persen. Model seperti Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid menjadi motor utama yang mendorong konsumen beralih dari mesin bensin konvensional (ICE) ke teknologi hibrida.
Tidak hanya jago kandang, kinerja ekspor Toyota Indonesia juga menunjukkan taringnya dengan pengiriman mendekati 300 ribu unit ke mancanegara. Kendaraan rakitan anak bangsa ini telah melanglang buana hingga ke Asia, Timur Tengah, Amerika Latin, Australia, hingga benua Afrika. Hal ini membuktikan kualitas manufaktur dalam negeri mampu bersaing secara global.
Guna mendukung penguatan industri nasional, Toyota terus mengedepankan strategi lokalisasi. Henry menegaskan bahwa sebagian besar unit yang mengaspal di jalanan Indonesia adalah hasil keringat tenaga kerja lokal.
“Toyota juga menegaskan komitmennya terhadap industri nasional melalui strategi lokalisasi produksi. Sekitar 90 persen kendaraan Toyota yang dijual di Indonesia merupakan produksi lokal," tutupnya dengan tegas. - Dody/Disway -
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media