Fashion . 03/02/2026, 19:28 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempersiapkan strategi besar menjelang hari besar keagamaan Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri.
Persiapan secara matang ini dilakukan untuk mengakselerasi aktivitas ekonomi dan konsumsi warga ibu kota, selama periode Imlek hingga Idul Fitri tersebut.
Gubernur Pramono Anung mengumumkan rencana pesta diskon melalui insentif pajak yang diberikan ke pusat perbelanjaan, agar belanja di Jakarta menjadi lebih murah dan menarik.
"Jadi Jakarta saya yakin akan menjadi lebih menarik dan colorful, terutama ketika tanggal 18 (Februari) sampai dengan Idul Fitri, kami akan memberikan insentif pajak bagi beberapa pusat perbelanjaan, lalu mereka memberikan diskon, supaya belanja di Jakarta juga menjadi lebih murah," ujar Pramono dalam acara Indonesia Economic Summit, Jakarta.
Pramono menyatakan, dari 18 Februari hingga Idul Fitri, Pemprov DKI bakal menggeber program ini agar mal-mal di Jakarta memikat pengunjung dengan harga diskon yang kompetitif.
Intinya, semakin besar diskon yang ditawarkan, semakin ringan pula beban pajak yang diterima mal tersebut.
Menurut Pramono, langkah ini bukan sekadar gimmick. Ia mengacu pada hasil perayaan Natal dan Tahun Baru sebelumnya, yang berhasil mencatatkan volume transaksi Rp 15,2 triliun di Jakarta.
"Natal Tahun Baru itu transaksinya sampai dengan Rp 15,2 triliun dan itu rekor yang pernah diperoleh oleh Jakarta karena itu tadi. Kami lombakan, kami berikan insentif pajak dan jamnya juga diperbolehkan sampai jam malam dan itulah yang membuat Jakarta begitu menarik ketika Natal dan Tahun Baru kemarin," jelasnya.
Kesuksesan ini menurutnya tak lepas dari kombinasi diskon, insentif pajak, serta jam operasional yang diperluas hingga malam hari.
Strategi Akselerasi Ekonomi Jakarta
Pesta diskon yang dirancang ini juga dilengkapi dengan serangkaian kegiatan meriah untuk menyambut Imlek di berbagai titik kota, seperti Lapangan Banteng dan Glodok.
Tidak lupa Pemprov DKI akan mengadakan barongsai di sekitar Sudirman–Thamrin, sehingga menarik lebih banyak masyarakat datang dan berbelanja.
"Untuk menyambut Imlek ini, beberapa kegiatan sudah disepakati termasuk yang di Lapangan Banteng, kemudian nanti ada Cap Gomeh di Glodok, kemudian juga ada beberapa kegiatan barongsai yang ada di Sudirman Thamrin," ucapnya.
Pramono yakin langkah ini tidak hanya mendorong belanja masyarakat, tapi juga memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat konsumsi ekonomi yang dinamis di awal tahun 2026.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media