Fin.co.id - Masyarakat Indonesia mulai mempersiapkan diri menyambut kemeriahan budaya Tionghoa di masa mendatang.
Berdasarkan ketetapan resmi kalender nasional, Tahun Baru Imlek 2026 akan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, perayaan ini menandai masuknya tahun ke-2577 Kongzili.
Keputusan tanggal tersebut bukan tanpa dasar. Pemerintah Indonesia telah menyepakatinya melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang mengatur Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2026.
Angka 2577 sendiri didapat dari rumus sederhana namun sarat sejarah, yaitu menambahkan angka 551 ke dalam tahun Masehi yang sedang berjalan.
Apa Itu Kongzili
Mungkin banyak yang bertanya-tanya, dari mana asal-usul istilah Kongzili?
Secara historis, sistem ini merujuk pada tahun kelahiran Nabi Kongzi (Konfusius), sosok agung dalam ajaran Khonghucu. Titik nol penanggalan ini dimulai sejak kelahiran beliau yang diyakini terjadi pada tahun 551 Sebelum Masehi.
Berbeda dengan kalender Masehi yang murni berdasarkan matahari (solar), Kongzili menggunakan sistem lunisolar.
Sistem ini merupakan perpaduan antara pergerakan bulan mengelilingi bumi dan revolusi bumi mengelilingi matahari. Hal inilah yang menyebabkan tanggal Imlek selalu bergeser dalam kalender Masehi, namun tetap memiliki pola yang teratur.
Rahasia Penentuan Tanggal Imlek
Banyak orang bingung mengapa Imlek tidak pernah jatuh pada tanggal yang sama setiap tahunnya.
Jawabannya terletak pada dinamika astronomi. Awal bulan dalam kalender Tionghoa dipicu oleh kemunculan bulan baru (konjungsi) setelah fenomena titik balik matahari musim dingin (winter solstice).
Secara matematis, Tahun Baru Imlek hampir selalu jatuh pada bulan baru kedua setelah titik balik matahari tersebut.
Meskipun tanggalnya dinamis, rentang waktunya sudah dapat dipastikan, yakni selalu berada di antara 21 Januari hingga 20 Februari.