Studi Ini Ungkap Rata-rata Orang Sehat Kentut hingga 32 Kali dalam Sehari

lifestyle.fin.co.id - 17/02/2026, 10:35 WIB

Studi Ini Ungkap Rata-rata Orang Sehat Kentut hingga 32 Kali dalam Sehari

Wanita Kentut di Depan Pasangannya, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Sebuah penelitian terbaru dari University of Maryland membuka fakta menarik tentang sesuatu yang selama ini dianggap sepele, bahkan cenderung memalukan: kentut. Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa orang dewasa sehat rata-rata mengeluarkan gas hingga 32 kali dalam sehari.

Angka ini jauh lebih tinggi dari perkiraan medis lama yang menyebutkan rata-rata hanya sekitar 14 kali per hari. Perbedaan tersebut muncul bukan karena perubahan gaya hidup modern, melainkan karena metode pengukuran yang kini jauh lebih akurat.

Teknologi Smart Underwear untuk Mengukur Gas Usus

Tim peneliti yang dipimpin Brantley Hall dari Departemen Cell Biology and Molecular Genetics merancang perangkat kecil yang dapat dipasang pada pakaian dalam. Perangkat ini menggunakan sensor elektrokimia untuk mendeteksi dan mengukur gas hidrogen yang dilepaskan tubuh.

Hall menggambarkan alat tersebut seperti “monitor glukosa kontinu, tetapi untuk gas usus.” Dengan kata lain, perangkat ini memungkinkan pengukuran objektif secara real time, tanpa bergantung pada laporan subjektif partisipan.

Selama bertahun-tahun, penelitian mengenai flatulensi bergantung pada catatan manual atau pengakuan partisipan. Metode itu dinilai tidak akurat karena banyak orang merasa sungkan atau tidak sadar menghitungnya. Dengan teknologi ini, data yang diperoleh menjadi lebih presisi dan berbasis sensor.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional Biosensors and Bioelectronics: X, yang memang berfokus pada pengembangan sensor biologis dan aplikasi medis berbasis teknologi.

Hasil Studi dan Variasi Individu

Penelitian yang dipimpin oleh Santiago Botasini menemukan bahwa rata-rata orang dewasa sehat mengeluarkan gas sebanyak 32 kali sehari. Namun variasinya cukup lebar. Ada individu yang hanya 4 kali sehari, sementara yang lain bisa mencapai 59 kali.

Data ini menunjukkan bahwa produksi gas usus sangat bervariasi dan dipengaruhi banyak faktor, antara lain:

  • Pola makan, terutama asupan serat

  • Komposisi mikrobioma usus

  • Aktivitas fermentasi bakteri di saluran pencernaan

  • Kondisi metabolisme individu

Gas hidrogen yang diukur oleh sensor berasal dari proses fermentasi karbohidrat oleh mikroba di usus besar. Proses ini merupakan bagian normal dari sistem pencernaan manusia. Justru, produksi gas dalam jumlah tertentu menandakan bahwa mikrobioma usus aktif bekerja.

Selama ini, banyak orang menganggap sering kentut sebagai tanda gangguan. Namun tanpa data objektif, sulit menentukan apa yang benar-benar “normal.” Seperti yang diungkapkan Hall, tanpa baseline yang jelas, dokter kesulitan menilai apakah produksi gas seseorang memang berlebihan atau masih dalam batas wajar.

Menuju Human Flatus Atlas

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID