Update Fashion 2026: Riasan Berwarna dan Subversif Siap Geser Estetika Minimalis

lifestyle.fin.co.id - 20/02/2026, 09:00 WIB

Update Fashion 2026: Riasan Berwarna dan Subversif Siap Geser Estetika Minimalis

Update Fashion 2026: Riasan Berwarna dan Subversif Siap Geser Estetika Minimalis

fin.co.id - Dominasi tampilan minimalis dan wajah segar yang selama beberapa tahun terakhir membanjiri lini masa media sosial kini mulai memasuki babak akhir. Pergeseran tren kecantikan besar-besaran diprediksi akan segera terjadi. Alih-alih mengejar kesempurnaan yang membosankan, masyarakat dunia kini lebih mendambakan individualitas, keceriaan, dan keberanian dalam mengekspresikan diri melalui kosmetik.

Pakar strategi kecantikan dari lembaga peramal tren ternama WGSN, Megan Bang, menyebut bahwa tahun 2026 bakal menjadi titik balik utama bagi estetika riasan wajah. Masyarakat mulai jenuh dengan standar kecantikan yang terlalu kaku dan terlihat "terlalu rapi".

"Tahun 2026 akan menandai transformasi besar bagi estetika riasan global," ujar Megan Bang dalam laporannya kepada Cosmetics Business.

Kejatuhan Estetika 'Clean Girl'

Data dari platform kecantikan dan kesehatan Fresha menunjukkan angka yang mengejutkan. Popularitas tren 'Clean Girl'—yang identik dengan kulit mengkilap tanpa pori dan riasan sangat tipis—merosot tajam hingga 60,8 persen. Penurunan ini menandakan bahwa konsumen mulai mencari sesuatu yang lebih dari sekadar tampilan wajah "bersih".

Fenomena ini terlihat jelas di platform digital. Jumlah tayangan TikTok untuk tagar #cleangirlaesthetic telah mencapai puncaknya pada pertengahan tahun 2023 dan kini terus melandai. Hal serupa terjadi pada tagar #cleanbeauty yang menunjukkan pertumbuhan nol dalam pencarian Google. Angka-angka ini menjadi bukti kuat bahwa pesona minimalis mulai kehilangan taringnya di mata publik.

Salah satu sinyal kuat lainnya adalah reaksi negatif publik terhadap pilihan warna Pantone untuk tahun ini, yaitu Cloud White. Penolakan terhadap warna putih yang steril ini menunjukkan bahwa konsumen justru merindukan ledakan warna, bukan lagi menjauhi warna-warna cerah.

Kekuatan Bermain: Eksplorasi Tanpa Batas

WGSN mendefinisikan pergeseran ini sebagai konsep "kekuatan bermain" (power of play). Konsumen saat ini tidak lagi melihat riasan hanya sebagai alat untuk menutupi kekurangan wajah. Sebaliknya, mereka menjadikan kecantikan sebagai sarana penemuan diri yang autentik.

"Konsumen kini mendambakan momen bermain dengan produk kecantikan mereka sendiri," tambah Bang. Keinginan ini muncul dari kebutuhan batin untuk berekspresi secara bebas tanpa terikat aturan-aturan estetika yang kaku.

Para peramal tren juga mengidentifikasi sebuah tren makro bertajuk "Segalanya yang Tidak Serius" (Everything is Not Serious) yang akan mendominasi berbagai industri pada 2026. Tren ini merupakan evolusi dari konsep "kilauan" (glimmers), yaitu upaya menemukan momen kegembiraan kecil dalam keseharian.

Melawan Stres dengan Riasan Subversif


Namun, tren 2026 melangkah lebih jauh ke wilayah yang lebih subversif, tidak sopan, bahkan cenderung menggelikan. Perubahan ini bukanlah tanpa alasan. Di tengah dunia yang penuh dengan ketegangan politik dan beban ekonomi yang tidak menentu, riasan menjadi alat pelepasan emosi yang paling terjangkau.

Laporan WGSN menyebutkan bahwa konsumen mencari cara-cara ampuh untuk melakukan perawatan diri melalui kreativitas yang ekstrem. Ketika masalah dunia terasa terlalu berat untuk dikendalikan, mengontrol tampilan wajah dengan warna-warna liar dan teknik riasan yang tidak konvensional memberikan rasa kendali dan kebahagiaan tersendiri.

"Di tengah stres dan tekanan yang luar biasa, masyarakat mencari momen perawatan diri yang mampu melepaskan beban emosional mereka," tulis laporan tersebut.

Penolakan Terhadap Kesempurnaan yang Menjebak


Munculnya estetika 'Clean Girl' pada masanya memang sangat relevan, terutama saat orang-orang menginginkan kesan higienis dan kesederhanaan. Namun, zaman telah berubah dengan cepat. Standar kulit yang harus selalu terlihat sempurna dan tanpa cela kini dianggap melelahkan dan tidak realistis bagi banyak orang.

Tahun 2026 akan menjadi tahun di mana "ketidaksempurnaan" justru menjadi daya tarik utama. Riasan yang mungkin terlihat berantakan, penggunaan warna-warna neon yang kontras, hingga bentuk garis mata (eyeliner) yang asimetris diprediksi akan menjadi tren yang dianggap keren.

Tren ini mengajak semua orang untuk berhenti terpaku pada cermin dan mulai menikmati proses merias wajah sebagai bentuk seni. Dengan meninggalkan obsesi pada kesempurnaan, industri kecantikan di tahun 2026 akan menjadi ruang yang lebih inklusif dan menyenangkan bagi siapa saja yang ingin tampil beda.(*).

Ari Nur Cahyo
Ari Nur Cahyo
Penulis

Penulis di FIN.CO.ID sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.