fin.co.id - Toyota 86 karya modifikator Indonesia kembali menarik perhatian pencinta otomotif global di Osaka Auto Messe (OAM) 2026, Jepang.
Mobil sport ikonis asal Jepang ini hadir bukan sekadar sebagai pameran, melainkan simbol kekuatan kreativitas dan kualitas industri modifikasi lokal.
Gunakan Cat Spider Polyurethane Striping and Lettering Paint
Mobil bernama Milly itu mengusung tema ‘Harmony of Waves’, yaitu perpaduan visual dua budaya besar diantaranya ombak Ukiyo-e khas Jepang dan motif Mega Mendung khas Cirebon, Indonesia.
Konsep ini tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga menyampaikan makna mendalam tentang hubungan budaya kedua negara yang saling terhubung lewat kreativitas.
Desain Milly menggunakan cat Spider Polyurethane Striping and Lettering Paint buatan Indonesia, yang khusus dirancang untuk pekerjaan seni otomotif.
Gabungan cat Spider dengan Silstar SpectraClear 2:1 menghasilkan tampilan warna yang cerah, tahan lama, dan memiliki teknologi self-healing pada clearcoat.
Hasilnya, goresan halus di Toyota 86 bisa hilang sendiri saat terpapar panas matahari.
90% livery dibuat dengan teknik lukis tangan
Bukan stiker yang menempel di mobil modifikasi tersebut, melainkan lukisan tangan, sehingga memberi kesan otentik dan detail tinggi pada visual mobil ini.
"Kami menggunakan Spider Polyurethane Striping and Lettering Paint yang dibalut dengan Silstar SpectraClear 2:1. Produk Pinstrip Spider ini didesain khusus untuk pekerjaan seni seperti kuas atau air-brush. Kami memformulasikannya agar para penggiat seni otomotif kita tidak lagi bergantung pada produk luar negeri," ungkap Marketing Director PT ABCA, Sugiarto.
Langkah ini makin menegaskan bahwa karya modifikasi Indonesia mampu bersaing di panggung internasional, tanpa bergantung pada produk luar negeri.
"Cat Pinstrip Spider berbahan dasar Polyurethane, sehingga warna lebih cerah dan tidak mudah pudar dibandingkan cat enamel biasa. Ditambah balutan Clear Spectra yang memberikan efek 'daging tebal' dan tampilan 'becek' yang abadi serta terlindungi maksimal. Proyek mahakarya ini kami rampungkan dalam waktu yang sangat singkat, hanya sekitar satu mingguan," jelasnya.