fin.co.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan layanan Bus DAMRI Karimunjawa, sebagai angkutan perintis yang menghubungkan berbagai titik penting di Pulau Karimunjawa.
Upaya ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas wilayah kepulauan, sekaligus mempercepat pemerataan akses transportasi bagi masyarakat setempat dan wisatawan.
Peluncuran layanan ini berlangsung di Pelabuhan Pantai Kartini, Kabupaten Jepara pada 13 Januari 2026, menandai hadirnya jalur transportasi darat yang sejak dulu dinanti oleh warga Karimunjawa.
Rute dan Detail Layanan Damri Karimunjawa
Layanan Bus DAMRI menjangkau rute strategis, yakni Pelabuhan Karimunjawa → Bandara Dewadaru → Desa Kemujan → Pelabuhan Legon Bajak (PP).
Berdasarkan informasi yang fin.co.id dapat, rute Damri tersebut melayani perjalanan sekitar 55 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 90 menit.
Sebanyak 4 unit minibus tipe elf disiagakan, masing-masing berkapasitas 15–19 penumpang, ditambah satu unit cadangan guna persiapan lonjakan penumpang.
Armada ini melayani hingga 8 perjalanan setiap hari, mulai pukul 05.00 hingga 16.30 WIB, dengan tarif sangat terjangkau hanya Rp7.000 per penumpang.
Dampak Positif untuk Masyarakat
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa langkah ini penting untuk mengatasi keterbatasan transportasi di wilayah terluar Jawa Tengah.
“Konektivitas masyarakat itu sangat kita perlukan. Bergeraknya orang dan barang, menentukan pertumbuhan ekonomi. Hari ini kendaraan darat masuk ke wilayah terluar kita, khususnya Karimunjawa, bahkan sampai ke pelabuhan ini,” ungkap Ahmad Luthfi.
Menurutnya, mobilitas orang dan barang yang lancar berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan Pariwisata.
“Dengan konektivitas ini, Karimunjawa akan semakin kuat posisinya sebagai ikon nasional, bahkan internasional, dan menjadi penggerak ekonomi Jawa Tengah,” jelasnya.
Layanan ini lahir dari kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, sehingga manfaatnya diharapkan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Gubernur juga meminta agar layanan ini dirawat dan dievaluasi secara berkala agar tetap optimal, guna mendukung mobilitas di wilayahnya.