fin.co.id - Lebaran selalu identik dengan meja makan yang penuh hidangan lezat. Mulai dari ketupat, opor ayam, rendang, hingga aneka gorengan tersaji hampir di setiap rumah. Namun bagi penderita asam urat, momen ini sering menjadi dilema. Keinginan menikmati makanan khas Lebaran harus berhadapan dengan risiko nyeri sendi yang bisa muncul setelahnya.
Asam urat terjadi ketika kadar asam urat dalam darah meningkat dan membentuk kristal pada sendi. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit yang tajam, pembengkakan, hingga peradangan. Salah satu pemicu utama meningkatnya kadar asam urat adalah makanan yang mengandung purin tinggi. Saat purin dipecah oleh tubuh, zat tersebut akan berubah menjadi asam urat.
Karena itu, beberapa menu khas Lebaran perlu dibatasi konsumsinya oleh penderita asam urat agar tidak memicu kambuhnya gejala.
Mengapa Makanan Lebaran Bisa Memicu Asam Urat
Banyak hidangan Lebaran dibuat dari bahan makanan tinggi purin, lemak, atau gula. Kombinasi ini dapat meningkatkan produksi asam urat sekaligus menghambat proses pembuangannya melalui ginjal.
Menurut penelitian dalam jurnal yang diterbitkan oleh American College of Rheumatology, pola makan yang tinggi purin dapat meningkatkan risiko serangan asam urat secara signifikan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
Selain itu, makanan berlemak juga dapat memperlambat proses metabolisme tubuh. Hal ini membuat ginjal lebih sulit mengeluarkan asam urat melalui urin.
Rendang dan Daging Merah
Rendang merupakan salah satu hidangan yang hampir selalu hadir saat Lebaran. Daging sapi yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah ini memang menggugah selera.
Namun daging merah termasuk makanan dengan kandungan purin yang cukup tinggi. Ketika dikonsumsi berlebihan, tubuh akan menghasilkan lebih banyak asam urat.
Bagi penderita asam urat, konsumsi daging merah sebaiknya dibatasi dalam porsi kecil saja. Jika memungkinkan, hindari makan rendang dalam jumlah besar dalam satu waktu.
Opor Ayam dengan Santan Kental
Opor ayam juga menjadi menu wajib di banyak keluarga saat hari raya. Meski daging ayam tidak setinggi purin daging merah, bagian tertentu seperti kulit ayam mengandung lemak yang tinggi.
Santan kental yang digunakan dalam opor juga dapat memperberat metabolisme tubuh. Lemak jenuh dari santan dapat menghambat proses pembuangan asam urat oleh ginjal.