Cara Menyimpan Ketupat Lebaran yang Benar biar Gak Gampang Basi

lifestyle.fin.co.id - 16/03/2026, 13:10 WIB

Cara Menyimpan Ketupat Lebaran yang Benar biar Gak Gampang Basi

Ketupat Lebaran, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Ketupat selalu menjadi ikon utama saat perayaan Hari Raya Idulfitri. Hidangan berbahan dasar beras yang dimasak di dalam anyaman daun kelapa ini hampir selalu hadir di meja makan bersama opor ayam, rendang, atau sayur labu. Namun banyak orang mengalami masalah yang sama setiap tahun: ketupat cepat basi hanya dalam waktu satu atau dua hari.

Hal ini sebenarnya bukan hal yang aneh. Ketupat memiliki kadar air yang cukup tinggi sehingga menjadi media yang sangat mudah ditumbuhi mikroorganisme. Jika tidak disimpan dengan cara yang tepat, ketupat bisa berubah bau, berlendir, bahkan berjamur.

Oleh karena itu, memahami cara penyimpanan ketupat yang benar sangat penting agar makanan khas Lebaran ini tetap aman dan nikmat disantap lebih lama.

Mengapa Ketupat Mudah Basi

Ketupat dibuat dari beras yang dimasak hingga matang di dalam selongsong anyaman daun kelapa. Proses ini membuat nasi menjadi lebih padat dan lembap.

Kondisi lembap tersebut menjadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur. Suhu ruangan yang hangat, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia, semakin mempercepat proses pembusukan.

Menurut penelitian dalam bidang keamanan pangan, makanan berbahan nasi sangat rentan terhadap kontaminasi bakteri jika disimpan terlalu lama pada suhu ruang. Bakteri dapat berkembang dengan cepat pada makanan dengan kadar air tinggi dan suhu antara 20 hingga 40 derajat Celsius.

Karena itu, ketupat yang dibiarkan terlalu lama di meja makan berpotensi cepat rusak.

Cara Menyimpan Ketupat Agar Tahan Lama

Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk memperpanjang masa simpan ketupat setelah dimasak.

Tiriskan Ketupat Hingga Benar-Benar Kering

Setelah proses memasak selesai, ketupat sebaiknya digantung agar air sisa perebusan dapat keluar. Proses ini biasanya berlangsung selama beberapa jam.

Menggantung ketupat memungkinkan udara mengalir di sekitarnya sehingga kelembapan berkurang. Ketupat yang terlalu lembap lebih cepat mengalami pembusukan.

Cara tradisional ini sudah dilakukan secara turun-temurun dan terbukti membantu memperpanjang daya tahan ketupat.

Jangan Langsung Disimpan Saat Masih Panas

Banyak orang langsung memasukkan ketupat ke dalam wadah tertutup setelah dimasak. Kebiasaan ini justru dapat membuat ketupat lebih cepat basi.

Ketupat yang masih panas akan menghasilkan uap air. Jika dimasukkan ke dalam wadah tertutup, uap tersebut terperangkap dan menciptakan lingkungan yang sangat lembap.

Kondisi tersebut menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang.

Sebaiknya ketupat didinginkan terlebih dahulu hingga mencapai suhu ruang sebelum disimpan.

Simpan di Dalam Kulkas Jika Tidak Langsung Dimakan

Jika ketupat tidak habis dalam satu hari, penyimpanan di lemari pendingin bisa menjadi pilihan terbaik.

Suhu dingin memperlambat pertumbuhan mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan. Ketupat yang disimpan di dalam kulkas biasanya dapat bertahan hingga tiga sampai empat hari.

Agar kualitasnya tetap baik, ketupat sebaiknya dibungkus dengan plastik makanan atau disimpan dalam wadah tertutup.

Bekukan Ketupat untuk Penyimpanan Lebih Lama

Untuk penyimpanan lebih lama, ketupat juga bisa dimasukkan ke dalam freezer.

Metode pembekuan dapat memperpanjang masa simpan hingga beberapa minggu. Namun sebelum dibekukan, ketupat sebaiknya dipotong menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dipanaskan kembali.

Saat ingin dikonsumsi, ketupat dapat dipanaskan dengan cara dikukus kembali hingga teksturnya lembut.

Hindari Menyimpan Ketupat Bersama Lauk Berkuah

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menyimpan ketupat bersama lauk seperti opor atau gulai dalam satu wadah.

Kuah yang meresap ke dalam ketupat dapat meningkatkan kadar air sehingga mempercepat pembusukan. Selain itu, aroma makanan juga bisa tercampur dan mengubah rasa ketupat.

Karena itu, ketupat sebaiknya disimpan secara terpisah dari lauk.

Tanda-Tanda Ketupat Sudah Tidak Layak Dimakan

Mengetahui tanda ketupat yang sudah basi juga sangat penting agar terhindar dari risiko keracunan makanan.

Beberapa ciri ketupat yang sudah tidak layak dikonsumsi antara lain:

  • Aroma asam atau bau tidak sedap

  • Permukaan berlendir

  • Tekstur terlalu lembek

  • Muncul bercak jamur

Jika salah satu tanda tersebut muncul, ketupat sebaiknya tidak dikonsumsi.

Kesimpulan

Ketupat merupakan makanan tradisional yang hampir selalu hadir saat perayaan Lebaran. Namun karena memiliki kadar air tinggi, makanan ini mudah mengalami pembusukan jika tidak disimpan dengan benar.

Beberapa langkah sederhana seperti meniriskan ketupat hingga kering, mendinginkannya sebelum disimpan, serta menyimpannya di kulkas dapat membantu memperpanjang masa simpan. Metode pembekuan juga bisa menjadi solusi untuk penyimpanan jangka lebih lama.

Memahami cara penyimpanan makanan yang tepat merupakan bagian penting dari keamanan pangan. Dengan teknik yang benar, ketupat Lebaran dapat tetap segar dan aman dinikmati bersama keluarga tanpa khawatir cepat basi.

Referensi

Food Safety and Rice Handling – United States Department of Agriculture

Food Storage Guidelines – Food and Agriculture Organization

Microbial Safety of Cooked Rice – International Journal of Food Microbiology

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID