5 Kesalahan Fatal Saat Memasak Rendang yang Bikin Daging Alot

lifestyle.fin.co.id - 18/03/2026, 11:16 WIB

5 Kesalahan Fatal Saat Memasak Rendang yang Bikin Daging Alot

Hindari 5 kesalahan fatal saat membuat rendang ini agar daging empuk dan bumbu meresap sempurna.

fin.co.id - Siapa yang tidak tergiur dengan aroma rendang yang autentik? Hidangan kebanggaan Indonesia ini bahkan berkali-kali menyabet predikat makanan terenak di dunia. Namun, jangan salah sangka. Di balik kelezatannya yang melegenda, proses memasak rendang membutuhkan teknik yang presisi. Salah sedikit saja, daging yang Anda masak bisa menjadi alot atau justru bumbunya terasa pahit.

Banyak ibu rumah tangga terjebak dalam kebiasaan memasak yang keliru. Padahal, ekspektasi keluarga sudah setinggi langit saat mencium aroma santan yang mendidih. Jangan biarkan kerja keras Anda di dapur berakhir sia-sia hanya karena kurangnya literasi teknik memasak yang benar. Simak ulasan mengenai kesalahan umum yang sering dilakukan pemula berikut ini.

1. Menggunakan Potongan Daging yang Salah

Banyak pemula yang mengira daging premium seperti tenderloin adalah pilihan terbaik karena cepat empuk. Ini adalah kesalahan besar. Rendang membutuhkan proses memasak yang sangat lama. Jika Anda menggunakan daging yang terlalu lembut, seratnya akan hancur dan menjadi bubur sebelum bumbu meresap sempurna.

Pilihlah bagian paha belakang atau sengkel yang memiliki banyak jaringan ikat. Bagian ini memang lebih keras, namun justru akan melunak secara perlahan dan mempertahankan bentuknya meski dimasak berjam-jam. Daging yang tepat akan menyerap minyak dari santan dengan sempurna tanpa hancur berantakan.

2. Kurang Sabar dalam Menumis Bumbu Halus

Kunci aroma rendang yang nendang terletak pada bumbu halusnya. Kesalahan yang sering terjadi adalah memasukkan santan sebelum bumbu benar-benar matang. Jika bumbu masih beraroma langu (mentah), rasa tersebut akan menetap hingga proses akhir. Pastikan Anda menumis bumbu hingga mengeluarkan minyak alami dan berubah warna menjadi lebih gelap.

Gunakan api sedang cenderung kecil saat menumis agar bumbu tidak gosong. Aroma rempah seperti jahe, lengkuas, dan serai harus tercium kuat sebelum cairan masuk ke dalam wajan. Ingat, rendang yang enak lahir dari bumbu yang terkaramelisasi dengan baik.

3. Takaran Santan yang Tidak Pas

Jangan pelit dengan santan! Rendang yang otentik membutuhkan santan kental dari kelapa tua dalam jumlah banyak. Rasio idealnya adalah 1 kilogram daging berbanding dengan 3 butir kelapa tua yang diambil santan kentalnya saja. Penggunaan santan instan memang praktis, namun seringkali gagal memberikan tekstur berminyak (dedak) yang menjadi ciri khas rendang sejati.

Santan berfungsi sebagai media perpindahan panas sekaligus sumber lemak yang akan mengawetkan daging secara alami. Jika santan terlalu sedikit, daging tidak akan terkaramelisasi (proses Maillard) dengan sempurna, sehingga warna rendang akan pucat dan rasanya kurang gurih.

4. Terlalu Sering Mengaduk Saat Daging Masih Lunak

Anda mungkin merasa harus terus mengaduk agar masakan tidak gosong di bagian bawah. Namun, mengaduk terlalu agresif saat daging baru mulai melunak justru akan merusak tekstur serat daging. Hal ini membuat rendang terlihat berantakan saat disajikan.

Teknik yang benar adalah mengaduk secara perlahan dengan gerakan seperti melipat dari bawah ke atas. Lakukan ini lebih intens hanya ketika santan sudah mulai menyusut dan mengeluarkan minyak (tahap kalio). Pada fase ini, risiko bumbu menempel di dasar wajan memang lebih tinggi, sehingga pengawasan ekstra sangat diperlukan.

5. Mematikan Api Terlalu Cepat

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis gaya hidup yang berfokus pada tren kecantikan dan fenomena viral. Berdedikasi mengulas tips perawatan diri yang praktis serta kurasi tren terkini di media sosial. Menyajikan informasi yang inspiratif, akurat, dan relevan bagi kebutuhan gaya hidup modern