fin.co.id - Setelah liburan panjang berakhir, banyak orang langsung dihantam rasa malas, cemas, hingga kehilangan semangat. Kondisi ini dikenal sebagai post holiday blues, dan sering bikin produktivitas anjlok di hari-hari pertama kembali ke rutinitas.
Namun, jangan panik dulu. Guru Besar Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim (Romy), M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa kondisi ini sebenarnya bisa dikendalikan. Kuncinya sederhana, yaitu mengubah cara berpikir dan mulai melihat sisi positif dari rutinitas harian.
Apa Itu Post Holiday Blues?
Post holiday blues merupakan kondisi emosional sementara yang biasanya muncul setelah liburan selesai. Gejalanya bisa berupa rasa cemas, sedih, motivasi menurun, hingga kehilangan semangat saat harus kembali bekerja atau beraktivitas seperti biasa.
Perubahan dari suasana santai saat liburan ke rutinitas yang padat sering kali menjadi pemicu utama. Apalagi, saat liburan kita terbiasa bangun siang, bebas dari tekanan kerja, dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga atau teman.
Sebaliknya, ketika rutinitas kembali dimulai, tekanan pekerjaan dan jadwal yang padat langsung terasa. Di sinilah banyak orang mulai merasa “kaget” secara mental.
Cara Mengatasi Post Holiday Blues Biar Nggak Berlarut
Menurut Romy, ada beberapa strategi sederhana yang bisa membantu kamu keluar dari kondisi ini tanpa harus merasa terbebani.
1. Ubah Pola Pikir, Fokus ke Hal Positif
Langkah pertama yang wajib kamu lakukan adalah mengubah sudut pandang. Jangan langsung menganggap rutinitas sebagai sesuatu yang membosankan.
Sebaliknya, coba lihat sisi positifnya. Misalnya, kamu bisa kembali bertemu teman kantor, berinteraksi dengan rekan kerja, atau bahkan merencanakan aktivitas seru di akhir pekan.
Dengan cara ini, kamu tidak lagi melihat pekerjaan sebagai beban, tetapi sebagai bagian dari kehidupan yang juga punya sisi menyenangkan.
2. Susun Skala Prioritas Pekerjaan
Setelah liburan, tumpukan pekerjaan memang hampir tidak terhindarkan. Namun, kamu tidak perlu langsung mengerjakan semuanya sekaligus.
Buat daftar prioritas. Tentukan mana pekerjaan yang harus diselesaikan lebih dulu dan mana yang masih bisa ditunda. Cara ini membantu kamu mengurangi tekanan mental sekaligus menjaga fokus tetap stabil.