fin.co.id - Memilih tempat penitipan anak atau daycare bukan lagi sekadar soal jarak dan biaya. Di tengah maraknya kasus pengasuhan bermasalah, orang tua kini harus ekstra waspada. Jangan sampai keputusan yang terlihat praktis justru berujung petaka.
Psikolog Devi Yanti, M.Psi menegaskan bahwa orang tua wajib memperhatikan legalitas, keamanan, hingga transparansi layanan sebelum memilih daycare. Ia mengingatkan, kelalaian kecil bisa berdampak besar pada tumbuh kembang anak.
Legalitas Daycare Jadi Kunci Utama
Pertama, orang tua harus memastikan daycare memiliki izin resmi. Jangan tergoda harga murah atau lokasi strategis jika status legalitasnya tidak jelas.
Daycare yang terdaftar resmi biasanya berada di bawah pengawasan dinas terkait. Hal ini memberi jaminan bahwa standar pengasuhan, keamanan, dan operasional sudah memenuhi ketentuan.
Sebaliknya, daycare ilegal berpotensi menyimpan banyak risiko. Kasus yang terjadi belakangan ini menjadi bukti nyata bahwa pengawasan yang lemah bisa membuka celah terjadinya kekerasan hingga penelantaran.
Transparansi Jadi Tanda Daycare Berkualitas
Selain legalitas, transparansi layanan juga tidak kalah penting. Daycare yang profesional biasanya terbuka terhadap orang tua.
"Daycare yang baik tidak akan keberatan jika orang tua datang sewaktu-waktu atau memiliki CCTV yang dapat dipantau oleh orang tua secara langsung," ujarnya.
Transparansi ini bukan sekadar formalitas. Justru, ini menjadi indikator bahwa pengelola percaya diri dengan kualitas layanan mereka.
Jangan Asal Pilih, Cek Rekam Jejak
Sebelum mengambil keputusan, orang tua perlu melakukan riset sederhana. Mulai dari bertanya ke teman atau keluarga hingga mengecek ulasan di Google Maps dan media sosial.
Langkah ini membantu melihat pengalaman nyata dari pengguna lain. Jika banyak keluhan, sebaiknya cari alternatif lain.
Sebaliknya, ulasan positif yang konsisten bisa menjadi sinyal bahwa daycare tersebut memang terpercaya.