Otomotif . 23/06/2026, 15:01 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id -- Kampas rem memegang peranan sebagai salah satu komponen paling krusial dalam sistem keselamatan sepeda motor. Komponen ini bekerja ekstra keras untuk menciptakan gaya gesek guna memperlambat hingga menghentikan laju kendaraan saat Anda berkendara. Namun seiring dengan tingginya intensitas pemakaian, ketebalan kampas rem akan terus mengikis dan mengalami keausan.
Mengingat fungsinya yang sangat vital, Anda wajib mengetahui dan peka terhadap tanda-tanda kampas rem yang sudah habis. Menunda pergantian komponen penunjang daya cengkeram ini sama saja dengan memperbesar risiko kecelakaan fatal di jalan raya, seperti fenomena rem blong yang sangat berbahaya.
Secara ideal, Anda harus mengganti kampas rem setiap 32.000 kilometer, namun durasi ini bisa merosot lebih cepat tergantung pada gaya berkendara dan rute harian Anda. Melansir data teknis mekanik, berikut adalah tujuh tanda utama kampas rem sepeda motor Anda sudah aus dan wajib segera Anda ganti dengan unit baru yang original:
1. Muncul Bunyi Berdecit Nyaring Saat Menekan Rem
Indikator awal yang paling mudah Anda kenali adalah munculnya suara berdecit atau berderit nyaring setiap kali Anda menarik tuas atau menginjak pedal rem. Suara bising ini bukan tanpa sebab; bunyi tersebut lahir akibat adanya gesekan kasar antara lempengan logam dudukan kampas rem yang sudah gundul dengan piringan cakram atau dinding tromol. Jika Anda terus membiarkan kondisi ini, logam tersebut akan merusak dan mengikis piringan cakram sehingga biaya perbaikan Anda akan membengkak.
2. Performa Pengereman Menurun Drastis
Apakah Anda merasa jarak pengereman motor Anda menjadi lebih panjang daripada biasanya? Atau motor terasa melorot dan tidak langsung berhenti secara responsif saat Anda membutuhkan pemberhentian mendadak? Penurunan performa ini menjadi sinyal kuat bahwa material aktif pada kampas rem sudah menipis, sehingga tidak mampu lagi menghasilkan traksi gesek yang optimal untuk menghentikan putaran roda secara instan.
3. Tuas atau Pedal Rem Terasa Ambles Lebih Dalam
Saat ketebalan material kampas rem mulai habis, Anda akan merasakan perubahan mekanis pada komponen kemudi. Anda harus menarik tuas rem tangan atau menginjak pedal rem kaki jauh lebih dalam dari posisi normal untuk mendapatkan efek gigitan rem yang sama. Kondisi ini terjadi karena piston rem harus mendorong lebih jauh akibat melebarnya jarak renggang antara kampas rem yang tipis dengan cakram.
4. Ketebalan Kampas Menyusut Secara Visual
Anda juga bisa melakukan deteksi mandiri secara visual tanpa harus membongkar seluruh komponen roda. Cobalah mengintip langsung ke dalam celah kaliper rem dengan bantuan senter.
Kampas rem yang berada dalam kondisi sehat dan layak pakai umumnya mengusung ketebalan material sekitar 3 hingga 4 mm. Namun, jika Anda melihat ketebalannya sudah merosot drastis hingga menyentuh angka 1-2 mm, itu merupakan tanda mutlak bahwa Anda harus segera membuang kampas rem tersebut dan menggantinya dengan yang baru.
5. Garis Indikator Keausan Mulai Terlihat
Pabrikan sepeda motor biasanya sudah membekali kampas rem original dengan fitur penanda berupa garis atau titik indikator keausan (wear indicator) pada bagian permukaannya. Seiring terkikisnya lapisan kampas, garis penanda ini perlahan akan muncul dan sejajar dengan permukaan gesek. Jika Anda mendapati tanda indikator tersebut sudah mulai terlihat jelas secara kasat mata, Anda tidak boleh menunda lagi untuk melakukan pergantian.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media