Trend

Awas Tergeser! 10 Pekerjaan Ini Paling Berisiko Terdampak AI

10 pekerjaan berpotensi digantikan AI mulai dari penulis konten hingga sopir. Simak daftar lengkap dan alasan di balik perubahan ini.

Awas Tergeser! 10 Pekerjaan Ini Paling Berisiko Terdampak AI
10 pekerjaan berpotensi digantikan AI. Foto: Gemini AI.

fin.co.id - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) melaju semakin cepat dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi ini kini tidak hanya membantu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga mampu mengambil alih berbagai tugas yang sebelumnya dikerjakan manusia.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran baru, terutama di kalangan pekerja. Banyak orang mulai mempertanyakan apakah profesi yang mereka jalani saat ini masih akan dibutuhkan beberapa tahun mendatang atau justru perlahan digantikan oleh sistem berbasis AI.

Lantas, pekerjaan apa saja yang dinilai paling rentan terdampak perkembangan AI? Berikut daftarnya.

1. Penulis Konten dan Copywriter

Profesi penulis konten dan copywriter menjadi salah satu pekerjaan yang paling sering dikaitkan dengan perkembangan AI. Teknologi AI generatif kini mampu membuat artikel, deskripsi produk, hingga materi pemasaran dalam waktu singkat dengan gaya bahasa yang dapat disesuaikan.

Meski demikian, perusahaan masih membutuhkan campur tangan manusia untuk memastikan kualitas tulisan dan keakuratan informasi. Namun, semakin banyak bisnis mulai memanfaatkan AI sebagai alat utama dalam proses produksi konten.

2. Pekerjaan Administratif

Pekerjaan administratif seperti mengolah dokumen, mengarsipkan data, dan mengisi formulir kini semakin mudah dilakukan oleh sistem AI maupun perangkat lunak otomatisasi. Proses kerja pun menjadi lebih cepat dan efisien.

Karena itu, sejumlah tugas administratif dinilai paling rentan terdampak otomatisasi. Seiring perkembangan teknologi, kebutuhan tenaga kerja pada bidang ini berpotensi terus menurun.

3. Kasir dan Petugas Tiket

Perubahan juga terlihat pada profesi kasir dan petugas tiket. Saat ini masyarakat semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran mandiri atau self-checkout, layanan e-toll, serta tiket digital.

Pemanfaatan teknologi tersebut membuat kebutuhan terhadap kasir konvensional secara bertahap mulai berkurang karena sebagian proses transaksi sudah berjalan secara otomatis.

4. Customer Service Dasar

Layanan pelanggan untuk menjawab pertanyaan umum kini semakin banyak menggunakan chatbot berbasis AI. Teknologi tersebut mampu memberikan jawaban atas pertanyaan standar, menangani keluhan sederhana, hingga memberikan panduan penggunaan produk selama 24 jam.

Kemampuan tersebut membuat perusahaan dapat memberikan layanan lebih cepat tanpa selalu bergantung pada petugas layanan pelanggan.

Berita Terkait