Cara Mengatasi Jerawat Saat Memasuki Usia 40 Tahun Tanpa Iritasi
Jerawat di usia 40-an membandel? Simak cara merawat kulit dengan pembersih lembut, bahan aktif, dan langkah yang tepat.
fin.co.id - Jerawat membandel ternyata bukan hanya masalah kulit remaja. Memasuki usia 40-an, masalah yang sama masih bisa muncul dan membutuhkan cara penanganan yang berbeda. Pasalnya, kondisi kulit pada usia ini sudah berubah.
Produksi minyak alami kulit mulai menurun. Di saat yang sama, proses regenerasi sel kulit juga berjalan lebih lambat dibandingkan ketika masih muda. Karena itu, perawatan untuk mengatasi jerawat di usia 40-an perlu lebih lembut dan tidak boleh asal menggunakan produk.
Lantas, bagaimana cara mengatasi jerawat di usia 40an tanpa membuat kulit semakin kering atau iritasi?
1. Gunakan Pembersih Wajah yang Lembut
Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan membersihkan wajah. Pada usia 40-an, kulit membutuhkan pembersih yang mampu mengangkat kotoran dan minyak tanpa menghilangkan kelembapan alami secara berlebihan.
Cuci wajah maksimal dua kali sehari menggunakan facial wash dengan formula lembut. Pilih produk yang tidak membuat wajah terasa tertarik atau kering setelah mencuci muka.
Selain itu, hindari menggosok wajah terlalu keras. Kebiasaan tersebut justru dapat membuat kulit semakin tidak nyaman. Jadi, membersihkan wajah secara rutin tetap penting, tetapi lakukan dengan cara yang lebih lembut.
2. Cek Lagi Skincare dan Riasan yang Dipakai
Jerawat yang terus muncul juga bisa berkaitan dengan produk yang digunakan sehari-hari. Karena itu, jangan hanya fokus mencari produk khusus jerawat. Periksa kembali seluruh rangkaian skincare dan riasan yang digunakan.
Pelembap, tabir surya atau sunscreen, hingga alas bedak sebaiknya memiliki label non-comedogenic. Artinya, produk tersebut tidak menyumbat pori-pori.
Pori-pori yang tersumbat dapat menambah masalah pada kulit. Oleh sebab itu, memilih produk yang tepat menjadi bagian penting dalam perawatan jerawat, terutama ketika kulit sudah mengalami perubahan akibat pertambahan usia.
Baca Juga
3. Pilih Bahan Aktif yang Sesuai
Setelah membersihkan wajah dan mengevaluasi produk, perhatian berikutnya bisa diarahkan pada bahan aktif. Beberapa kandungan dapat membantu merawat kulit berjerawat sekaligus mendukung kondisi kulit yang mulai mengalami tanda penuaan.
Retinoid atau retinol dapat membantu mempercepat regenerasi sel kulit dan membersihkan pori-pori yang tersumbat. Kandungan ini juga dapat membantu menyamarkan tanda penuaan.
Sementara itu, asam salisilat atau salicylic acid efektif membantu membersihkan pori-pori dari minyak berlebih dan meredakan peradangan akibat jerawat.
Ada pula AHA atau asam alfa hidroksi yang membantu proses eksfoliasi sel kulit mati. Namun, perawatan tetap perlu dilakukan dengan lembut agar kulit tidak mengalami iritasi berlebihan.
4. Jangan Abaikan Stres dan Konsumsi Gula
Perawatan dari luar bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Gaya hidup juga dapat berperan dalam kondisi jerawat.
Stres dapat memicu hormon kortisol. Sementara itu, konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan produksi sebum atau minyak pada kulit. Kondisi tersebut kemudian dapat memperparah peradangan jerawat.
Karena itu, mengelola stres dan memperhatikan konsumsi gula menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam upaya mengatasi jerawat di usia 40-an.
5. Segera Konsultasi ke Dokter Kulit
Baca Juga
Jika berbagai langkah perawatan tidak membuat jerawat membaik, jangan terus mencoba produk secara acak. Konsultasikan kondisi kulit kepada dokter spesialis kulit.
Dokter dapat memberikan terapi yang disesuaikan dengan kondisi kulit. Penanganannya bisa mencakup krim resep khusus, terapi hormonal, hingga tindakan medis seperti laser.
Langkah ini menjadi penting ketika jerawat terus membandel dan tidak menunjukkan perbaikan. Dengan konsultasi, perawatan dapat disesuaikan sehingga tidak sekadar mengandalkan percobaan produk satu demi satu.