Beauty . 02/10/2026, 19:35 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin co.id-- Pameran bisnis kecantikan terbesar di tanah air, Cosmobeauté Indonesia 2026, resmi membuka rangkaian penyelenggaraannya pada Rabu (1/10). Bertempat di Hall 5–9, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, ajang bergengsi ini menandai edisi ke-19 perhelatannya sebagai wadah utama yang mempertemukan seluruh elemen penting dalam ekosistem industri kecantikan global maupun domestik.
Peresmian pembukaan pameran dilakukan secara langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa. Dalam sambutannya, ia menyoroti transformasi besar yang sedang dialami oleh industri kecantikan nasional serta signifikansi kolaborasi lintas sektor untuk mengokohkan posisi strategis Indonesia di kancah internasional.
"Industri kecantikan saat ini sudah berkembang semakin luas. Beauty tidak lagi hanya berbicara tentang penampilan, tetapi semakin terhubung dengan wellness," ungkap Ni Luh Puspa di hadapan para pelaku industri dan tamu undangan.
Ia menambahkan, Indonesia tercatat sebagai pasar wellness terbesar di kawasan Asia
Tenggara pada 2024. Pemerintah berkomitmen memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama pariwisata berbasis wellness, beauty, dan kesehatan melalui sinergi erat bersama sektor swasta. Sektor pariwisata, menurutnya, mampu mendulang kualitas dan kesinambungan yang lebih luas bagi masyarakat melalui penguatan industri kecantikan ini.
Memasuki tahun ke-19 penyelenggaraannya, Cosmobeauté Indonesia kembali memantapkan posisinya sebagai titik temu strategis bagi para produsen, supplier, distributor, pembeli, ahli profesional, hingga pemilik brand lokal maupun internasional.
Pameran akbar tahun ini mencatatkan partisipasi masif dari lebih 562 perusahaan. Angka tersebut merepresentasikan kehadiran 1.550 brand kecantikan terkemuka yang berasal dari 17 negara dan wilayah berbeda, termasuk di antaranya Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Prancis, Singapura, Swiss, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
Tidak tanggung-tanggung, panitia penyelenggara juga menyediakan delapan paviliun khusus negara. Langkah ini bertujuan memperluas akses langsung bagi para pelaku bisnis lokal terhadap ragam inovasi produk, teknologi mutakhir, serta solusi rantai pasok dari pasar global.
Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini merefleksikan dinamika perkembangan industri yang bergerak cepat.
"Penyelenggaraan Cosmobeauté Indonesia tahun ini mencerminkan bagaimana industri kecantikan terus berkembang, tidak hanya melalui produk, tetapi juga melalui inovasi, pengetahuan, teknologi, keterampilan, dan kolaborasi," ujar Kristi Wulandari.
Pihaknya berharap pameran ini mampu menyediakan ruang interaktif bagi seluruh pemangku kepentingan untuk saling bertukar perspektif, membaca tren konsumen, serta mengeksplorasi peluang bisnis yang semakin luas.
Guna memaksimalkan esensi bisnis dan edukasi, pameran ini merancang berbagai pilar program pendukung. Melalui program Beauté Meeting, para pengunjung bisnis dapat menjalin koneksi langsung, merancang kerja sama strategis, serta memburu pasokan bahan baku atau teknologi yang sesuai dengan spesifikasi usaha mereka.
Di sisi lain, sesi Beauté Speak dan Supply Chain Academy menghadirkan deretan pakar untuk mengupas tuntas isu-isu krusial seputar regulasi pemerintah, kemajuan formulasi ilmiah, transformasi digital, tren pasar, hingga tata kelola rantai pasok global.
Hal senada diungkapkan oleh tokoh senior industri tata rias rambut tanah air sekaligus Founder PT Rudy Hadisuwarno Oetomo, Rudy Hadisuwarno. Menurutnya, dinamika zaman menuntut para pelaku usaha untuk adaptif.
"Di tengah perubahan tren, teknologi, dan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, industri kecantikan dituntut untuk terus berinovasi tanpa kehilangan kualitas dan identitasnya," tegas Rudy.
Aspek pengembangan kompetensi sumber daya manusia juga mendapat porsi besar lewat program Beautéducation. Program ini memfasilitasi seminar, pelatihan praktik langsung, workshop, hingga sertifikasi profesional di bidang estetik, kuku, tata rambut, tata rias, spa, dan parfum.
Menariknya, tahun ini penyelenggara menghadirkan Cosmo Inclusive Makeup Class dan Cosmo Inclusive Barber Class yang membuka ruang inklusif bagi penyandang disabilitas untuk mengasah keterampilan di bidang kecantikan.
Perspektif global semakin diperkuat dengan keterlibatan institusi pendidikan internasional. Jo Min Kyung selaku Korean Director M Beauty & Academy, cabang resmi pertama K-Beauty In Association di Indonesia, menyambut baik partisipasi mereka dalam pameran ini.
"Melalui pendidikan berstandar internasional, kami ingin tidak hanya berbagi keterampilan, tetapi juga membangun jembatan pertukaran pengetahuan yang dapat mendukung perkembangan talenta dan industri kecantikan di kedua negara," kata Jo Min Kyung.
Sebagai bentuk komitmen terhadap masa depan industri yang ramah lingkungan, ajang ini turut menganugerahkan Cosmobeauté Indonesia Sustainability Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada para peserta pameran yang konsisten menerapkan praktik bisnis berkelanjutan melalui kategori Sustainable Product Innovation, Sustainable Packaging & Circularity, Social Impact & Ethical Business, serta Carbon Conscious Operations.
Rangkaian pameran Cosmobeauté Indonesia 2026 berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 1 hingga 3 Oktober 2026 di ICE BSD City. Ajang ini tidak hanya berfungsi sebagai etalase produk, melainkan katalisator pertumbuhan ekonomi kreatif dan jembatan bagi UMKM lokal untuk menembus persaingan pasar global yang kompetitif.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media