Trend . 14/10/2026, 12:56 WIB
Penulis : AdminFIN | Editor : AdminFIN
fin.co.id - Musik keroncong tidak lagi terkesan kuno atau kaku. Di tangan para seniman kreatif yang tergabung dalam grup Keroncong Rindu, genre musik tradisional ini bertransformasi menjadi sajian modern yang sarat pesan moral sekaligus digandrungi warganet di media sosial.
Dipelopori oleh Dimawan Krisnowo Adji sebagai pencipta lagu, arranger, vokal, dan sequencer, grup ini diperkuat oleh Albertus Wisnu pada cuk, Theodore pada cak, serta dinaungi oleh Berchman Heroe selaku manajer.
Cikal bakal terbentuknya Keroncong Rindu bermula pada 2025 usai mereka tampil membuka peresmian Rumah Dongeng di Kalasan, Sleman. Sejak saat itu, mereka rutin mengisi berbagai panggung hiburan, mulai dari Bhumi Atsanti Borobudur Festival, Pasar Kangen, hingga ajang The Colour of Keroncong Festival di Taman Indonesia Kaya Semarang.
Di balik alunan aransemennya yang segar, Keroncong Rindu menyimpan karya-karya dengan latar belakang cerita yang mendalam. Salah satu lagu yang mencuri perhatian adalah Panyuwunan.
Lagu tersebut diadaptasi dari geguritan karya Rm Kuntoro yang diproduksi di tengah masa pandemi COVID-19. Karya ini sempat dianggap memiliki nuansa mistis dan sakral karena diyakini membawa doa keselamatan bagi pendengarnya.
Dimawan Krisnowo Adji menjelaskan hampir seluruh lagu Keroncong Rindu ia tulis sendiri untuk menyampaikan pesan-pesan reflektif tentang kehidupan. Sebagian di antaranya digarap lewat kolaborasi bersama para tokoh sastra dan seniman ternama.
"Kami ingin menghadirkan lagu keroncong yang relevan dengan realitas sosial, seperti lagu Jogja Terbuat dari Rindu yang ditulis bersama mendiang Joko Pinurbo, serta karya lain bersama Kukuh Wonogiri, Artunes, dan Khocil Birowo," ujar Dimawan.
Pesan moral yang kuat dalam lirik lagu Keroncong Rindu—seperti pengingat singkatnya hidup dalam Urip Mung Mampir Ngombe serta ajakan bekerja keras dan bersyukur pada Prasaja Ning Alam Donya—terbukti sukses menembus ruang digital.
Manajer Keroncong Rindu, Berchman Heroe, mengamini respon warganet di media sosial terbilang sangat tinggi. Sejumlah karya mereka mendadak populer dan dipakai sebagai audio latar oleh ribuan pengguna di platform Instagram dan TikTok.
"Lagu-lagu seperti Jogja Terbuat dari Rindu, Panyuwunan, Aku Ro Kowe, hingga Montor Montoran banyak digunakan netizen sebagai backsound video mereka," tutur Berchman Heroe.
Heroe menambahkan, seluruh karya original Keroncong Rindu kini sudah bisa diakses secara resmi melalui platform streaming Spotify guna menjangkau pendengar yang lebih luas.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media